Jumat, 22 Mei 2026

Berita bangka

Tranformasi Kesehatan di RSUD Depati Bahrin, KJSU-KIA Bakal Dilengkapi Alkes dan Laboratorium

Transformasi kesehatan di Fasilitas Kesehatan berkenaan program kesehatan Kanker, Jantung, Stroke, Urologi-Nefrologi serta Kesehatan Ibu dan Anak

Tayang: | Diperbarui:
Dok istimewa
RSUD Depati Bahrin 

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrin menjalankan komitmen dalam mendukung transformasi kesehatan yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Transformasi kesehatan di Fasilitas Kesehatan (Faskes) tingkat lanjutan yaitu Rumah Sakit tersebut berkenaan dengan program kesehatan Kanker, Jantung, Stroke, Urologi-Nefrologi serta Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA).

Diungkapkan oleh Direktur RSUD Depati Bahrin, dr. Yogi Yamani, transformasi kesehatan yang dicanangkan oleh Kemenkes RI tersebut dilakukan dari hasil pemetaan tren penyakit yang terjadi di masyarakat.

“Tren penyakit di Indonesia ini sudah berpindah, dari penyakit infeksi ke penyakit yang sifatnya metabolisme atau penyakit katastropik,” kata dr. Yogi kepada Bangkapos.com, Jumat (20/2/2026).

Hal ini tergambar dimana pada tahun 70-an sampai 90-an lalu masih banyak terjadi penyakit-penyakit infeksi seperti malaria, tipes, hepatitis, TBC dan lain sebagainya.

Namun sekarang ini, kondisinya mulai bergeser dari penyakit infeksi ke penyakit katastropik seperti kanker, jantung, stroke, urologi-nefrologi serta kesehatan ibu dan anak.

“Untuk mensukseskan program tersebut, oleh Kementerian Kesehatan sudah mulai mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari alat kesehatan (alkes), sarana, prasarana dan sumber daya manusia (SDM),” jelasnya.

dr. Yogi menyebut, pemenuhan sarana dan prasarana pada program transformasi digital ini dilakukan dengan kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat dan rumah Rumah Sakit.

Termasuk pula dalam hal menyiapkan SDM seperti dokter spesialis, dokter subspesialis, dokter fellow spesialis maupun para tenaga keperawatan yang memerlukan pelatihan khusus.

“Namun untuk alat kesehatannya, ini disiapkan dan dihibahkan langsung oleh Kemenkes RI secara langsung,” ungkapnya.Pada program kesehatan KJSU-KIA tersebut, RSUD Depati Bahrin ditetapkan oleh Menteri Kesehatan melalui Keputusan Menteri Kesehatan sebagai rumah sakit pelaksana program KJSU-KIA di level madya.

Oleh karena itu, berbagai alat kesehatan yang sudah dipetakan kebutuhannya sejak tahun 2024 tersebut direncakan bakal ditempatkan di RSUD Depati Bahrin pada tahun 2026 ini.

“Saat ini sarana prasarana sudah kita siapkan, SDM-nya sebagian besar sudah 80 persen kita siapkan, tinggal menunggu alat kesehatannya,” ungkapnya.

Adapun alat kesehatan yang dimaksud yakni cath lab atau laboratorium kateterisasi yang dapat dipergunakan untuk penyakit kanker, jantung dan stroke yang saat ini sedang disiapkan instalasinya.

“Alat cath lab ini bisa digunakan untuk penyakit jantung. Misalnya orang kena serangan jantung mendadak, itu bisa dipasangi ring untuk menyelamatkan dulu nyawanya sebelum dilakukan tindakan definitifnya, misalnya dengan operasi bypass jantung,” jelasnya.

Begitupun bagi pasien yang mengalami stroke dan mengalami penyumbatan di pembuluh darah otak. Alat cath lab dapat memungkinkan pemasangan ring di pembuluh darah otak sehingga aliran darah otak berjalan kembali sehingga pasien tidak jadi lumpuh dan meninggal.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved