Minggu, 12 April 2026

Berita Bangka Barat

Tekan Kemiskinan, Pemkab Babar Terapkan DTSEN dan Libatkan Kades-Lurah

Pemkab Bangka Barat mulai menerapkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran...

Bangkapos.com/Riki Pratama/Riki Pratama
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten, Bangka Barat, Achmad Nursyandi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) mulai menerapkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), untuk menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan.

Sebagai langkah awal, Dinsos PMD Bangka Barat memanggil seluruh kepala desa dan lurah se-Kabupaten Bangka Barat untuk mengikuti sosialisasi penerapan DTSEN pada Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat akurasi data penerima bantuan sosial agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan efektif.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Barat, Achmad Nursyandi mengatakan, penerapan DTSEN menjadi langkah strategis dalam memaksimalkan upaya penanggulangan kemiskinan di daerah.

"Kita ingin menyampaikan penerapan data tunggal sosial ekonomi nasional. Dalam rangka juga memaksimalkan, penanggulangan kemiskinan yang ada di Bangka Barat. Karena desa dan lurah ini garda terdepan, yang memiliki warga atau masyarakat," kata Achmad Nursyandi, kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, melalui sosialisasi tersebut, para kepala desa dan lurah diharapkan dapat melakukan pendataan ulang terhadap warga yang benar-benar membutuhkan bantuan.

"Pak kades dan pak lurah ini tahu, mana saja warga layak dan tidak layak. Agar mereka memperbaharui data melalui DTSEN yang belaku," lanjutnya.

Data yang telah diperbarui dan diverifikasi nantinya akan menjadi dasar dalam penyaluran berbagai program bantuan. Baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

"Kita harapkan bantuan sosial dapat disalurkan secara tepat sasaran. Warga yang layak, memang dia berhak menerimanya," lanjutnya.

Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa menjadi kunci dalam proses pembaruan data tersebut.

Melalui kolaborasi yang solid, kata Nursyandi, pembaharuan DTSEN diharapkan mampu menjadi langkah konkret dalam menekan angka kemiskinan di Kabupaten Bangka Barat secara berkelanjutan. (Bangkapos/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved