Selasa, 19 Mei 2026

Berita Bangka Selatan

Dinkes Soroti Menu Kering MBG di Basel, Balita Diberi Kacang Polong Hingga Koro

Menu kering dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan di Bangka Selatan menuai sorotan warga. Selain dinilai ...

Tayang:
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Kepala Dinas Kesehatan Bangka Selatan, dr Agus Pranawa 

Ringkasan Berita:
  • Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangka Selatan menuai sorotan warga.
  • Orang tua keluhkan anak mereka menerima makanan seperti kacang-kacangan yang dianggap kurang tepat untuk usia bayi.
  • Dinas Kesehatan Bangka Selatan dan Pemerintah daerah meminta SPPG mengevaluasi komposisi menu

 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mulai mendapat perhatian dari masyarakat dan pemerintah daerah. Sejumlah warga menilai menu makanan yang dibagikan, khususnya selama bulan Ramadan, belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

Salah satu keluhan datang dari warga Kelurahan Toboali, Kecamatan Toboali, Udi. Ia mengaku memperhatikan isi paket MBG yang diterima anaknya yang baru berusia 10 bulan.

Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir menu yang diterima didominasi oleh makanan kering seperti kacang polong, kacang telur hingga kacang koro.

“Menu kering program MBG selama bulan Ramadan saya nilai kurang efektif,” kata Udi kepada Bangkapos.com, Minggu (8/3/2026) malam.

Ia menilai jenis makanan tersebut belum tentu cocok untuk bayi yang bahkan belum genap berusia satu tahun.

“Balita usia 10 bulan memakan kacang-kacangan rasanya kurang masuk logika,” ujarnya.

Meski demikian, Udi mengakui dalam beberapa kesempatan paket MBG juga berisi menu lain seperti susu UHT, roti, puding, telur hingga buah-buahan yang dinilai lebih sesuai untuk anak-anak.

Namun dominasi makanan kering membuatnya berharap adanya evaluasi dari pihak penyelenggara program agar menu yang dibagikan bisa disesuaikan dengan usia penerima manfaat.

Menu kering program MBG di Kecamatan Pulau Besar dan Menu kering program MBG di Kecamatan Toboali.
Menu kering program MBG di Kecamatan Pulau Besar dan Menu kering program MBG di Kecamatan Toboali. (Istimewa)

“Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang. Kami berharap ada evaluasi,” katanya.

Ia juga berharap pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Toboali dapat menyesuaikan menu berdasarkan usia penerima manfaat, mengingat kebutuhan gizi anak usia 10 bulan tentu berbeda dengan anak yang lebih besar.

Keluhan serupa juga disampaikan Irna, warga Kecamatan Pulau Besar. Ia menilai program MBG pada dasarnya sangat baik karena bertujuan membantu pemenuhan gizi masyarakat.

Namun ketika melihat komposisi menu yang diterima anaknya yang duduk di bangku sekolah menengah atas, ia merasa menu yang dibagikan masih perlu dievaluasi.

“Saya rasa program MBG selama bulan Ramadan khususnya menu kering bisa dievaluasi. Karena saya rasa tidak sesuai,” kata Irna.

Ia mencontohkan paket makanan yang diterima pada Kamis (5/3/2026) terdiri dari keripik tempe, jeruk, telur dan kue. Meski terlihat beragam, komposisi tersebut tetap menimbulkan pertanyaan apakah menu tersebut sudah benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan gizi penerima manfaat.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved