Mahalnya Daging Lebaran di Babel
Tips Aman Konsumsi Daging Beku Perhatikan Kemasan dan Cara Mencairkannya
Daging beku tetap aman dan layak dikonsumsi sebagai sumber protein selama proses pembekuan, penyimpanan, dan pencairannya dilakukan dengan benar.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, Karina Dwi Handini, mengingatkan masyarakat agar lebih teliti saat membeli dan mengolah daging beku.
Menurutnya, daging beku tetap aman dan layak dikonsumsi sebagai sumber protein selama proses pembekuan, penyimpanan, dan pencairannya dilakukan dengan benar.
“Daging beku tetap aman dan layak dikonsumsi selama proses pembekuan penyimpanan, dan pencairannya dilakukan dengan cara yang tepat,” ujar Karina kepada Bangkapos.com, Jumat (13/3/2026).
Ia menyarankan masyarakat memeriksa kondisi kemasan sebelum membeli.
Kemasan harus dalam keadaan utuh dan tidak bocor, serta dilengkapi tanggal produksi dan kedaluwarsa.
Baca juga: Bupati Beltim Berharap Tak Ada Penambahan Stok Daging Bekuh: Tolong Secukupnya
Konsumen juga disarankan menghindari produk yang memiliki kristal es besar pada permukaan daging karena bisa menjadi tanda bahwa daging pernah mencair lalu dibekukan kembali.
Setelah dibeli, daging sebaiknya disimpan di freezer dengan suhu sekitar minus 18 derajat Celsius agar kualitasnya tetap terjaga.
Karina juga menyarankan daging dibagi dalam porsi kecil sebelum dibekukan agar lebih praktis saat digunakan.
Menurutnya, pembekuan merupakan metode pengawetan yang efektif karena mampu memperlambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab kerusakan makanan.
Namun setiap jenis daging memiliki batas waktu penyimpanan berbeda.
Daging sapi utuh dapat disimpan hingga delapan sampai 12 bulan, daging sapi giling sekitar tiga sampai empat bulan, daging ayam enam sampai 12 bulan, sedangkan ikan sekitar tiga sampai enam bulan.
Sebelum diolah, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi fisik daging.
Daging yang tidak layak konsumsi biasanya memiliki permukaan kering keabu-abuan, berbau tidak normal, berubah warna, atau bertekstur berlendir.
Untuk mencairkan daging, Karina menyarankan dilakukan di dalam kulkas bersuhu sekitar 4 derajat Celsius selama 12–24 jam atau menggunakan air dingin dengan kemasan tertutup.
Ia mengingatkan agar daging tidak dicairkan terlalu lama pada suhu ruang karena berisiko memicu pertumbuhan bakteri berbahaya. (t2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220426-Warga-Membeli-Daging-Beku-di-Hypermart-Pangkalpinang.jpg)