Rabu, 6 Mei 2026

Mahalnya Daging Lebaran di Babel

Warga Beltim Nyetok Daging Beku saat Harga Melambung Jelang Lebaran

Sebagian warga Desa Lalang Jaya, Kabupaten Belitung Timur mengandalkan daging beku untuk menyiasati mahalnya daging sapi di pasaran jelang lebaran.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fitriadi
Notebook LM/Sigit
DAGING BEKU - Grafis tentang daging beku. Sebagian warga Desa Lalang Jaya, Kabupaten Belitung Timur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengandalkan daging beku untuk menyiasati mahalnya daging sapi di pasaran jelang lebaran Idul Fitri 1447 H. 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Suara mesin cuci yang berputar sesekali bercampur dengan desis setrika panas di sebuah kontrakan sempit berdinding kuning di Desa Lalang Jaya, Kabupaten Belitung Timur, Selasa (10/3/2026). Di dekat pintu kayu yang mulai kusam, sebuah spanduk sederhana bertuliskan Sifa Laundry tergantung di dinding.

Di ruangan yang sekaligus menjadi tempat tinggal dan tempat usaha itu, Neneng Karlina (46) tampak sibuk menyetrika tumpukan pakaian pelanggan.

Tangannya bergerak cepat di atas papan setrika, sementara sebuah kipas angin kecil berputar pelan mengurangi hawa panas di ruangan tersebut.

Di sela kesibukannya, Neneng memikirkan satu hal yang sama seperti banyak keluarga lain menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, menyiapkan hidangan lebaran.

Meski penghasilannya dari usaha laundry kecil tidak menentu, ia tetap ingin menghadirkan masakan berbahan daging sapi di meja makan.

Baca juga: Bayi 10 Bulan Terima Kacang dalam Paket MBG, Warga Minta Evaluasi Menu Ramadan

Namun, seperti tahun sebelumnya, ia memilih membeli daging sapi beku karena harganya lebih terjangkau dibandingkan daging segar di pasar.

“Ya mungkin kalau daging beku terjangkau ya, harganya lebih rendah dari beli di pasar gitu,” ujar Neneng.

Harga Menentukan

Neneng masih mengingat pengalaman lebaran tahun lalu ketika memesan tiga kilogram daging beku melalui koordinasi RT setempat.

Bagi Neneng, langkah tersebut menjadi solusi yang paling realistis di tengah kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan.

“Mungkin kalau orang mampu ya beli dari pasar. Kalau kita mah kebantunya ya karena harga lebih rendah, apalagi perekonomian lagi enggak terlalu lancar,” katanya.

Tahun lalu, daging beku yang ia beli dihargai Rp110 ribu per kilogram. Tahun ini harganya naik menjadi Rp120 ribu per kilogram.

Meski demikian, harga tersebut masih jauh di bawah daging sapi segar yang dijual sekitar Rp170 ribu per kilogram.

“Iya, karena murah. Jadi solusi sih, alasannya ya karena murah,” ujarnya sambil tersenyum.

Tidak Beda Rasa

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved