Mahalnya Daging Lebaran di Babel
Ketua RT di Manggar Beltim Terpaksa Talangi Daging Beku Program Pemerintah
Dua warga di Desa Lalang, Manggar, Beltim belum mampu melunasi pembayaran daging beku program pemerintah jelang lebaran Idul Fitri 2026.
BANGKAPOS.COM, MANGGAR - Program penyaluran daging beku dari pemerintah desa menjelang Hari Raya Idulfitri di Kabupaten Belitung Timur turut membantu masyarakat memperoleh daging dengan harga lebih terjangkau.
Namun di lapangan, sebagian warga masih menghadapi kendala ekonomi untuk melunasi pembayaran daging tersebut.
Hal itu diungkapkan Rahman, Ketua RT 8 Dusun Gunung, Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, saat ditemui pada Senin (16/3/2026).
Ia mengatakan terdapat dua warganya yang hampir kehilangan kesempatan membeli daging beku program pemerintah karena belum mampu melunasi pembayaran tepat waktu.
Menurut Rahman, harga daging beku yang dipatok sekitar Rp120 ribu per kilogram memang lebih murah dibandingkan harga daging sapi segar di pasar yang bisa mencapai Rp170 ribu hingga Rp190 ribu menjelang Lebaran.
Baca juga: Warga Beltim Nyetok Daging Beku saat Harga Melambung Jelang Lebaran
Namun kewajiban membayar lunas di awal tetap menjadi kendala bagi sebagian warga.
“Faktor ekonomi juga berarti, karena belum dapat duit mungkin. Ataupun malu, daripada daging itu dipulangkan ke desa, ya kita coba bantu,” kata Rahman.
Untuk mengatasi hal tersebut, Rahman mengambil inisiatif menggunakan dana kas RT guna menalangi pembayaran dua warga tersebut.
Baca juga: Jelang Lebaran Idul Fitri, Daging Beku di Toko Frozen Food Pangkalpinang Laris Diburu Warga
Masing-masing memesan satu kilogram daging sehingga total dana yang dikeluarkan dari kas RT mencapai Rp240 ribu.
“Yang dua orang tadi itu sudah pakai kas RT. Jadi dianggap semua sudah lunas,” ujarnya.
Rahman menjelaskan kas RT merupakan dana iuran warga yang biasanya digunakan untuk kebutuhan darurat atau membantu warga saat terjadi musibah.
Dalam situasi menjelang Lebaran, ia menilai bantuan tersebut juga penting agar warga tetap dapat menikmati hidangan hari raya.
Kedua warga yang ditanggung tersebut diketahui bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu.
Kondisi ekonomi yang sedang lesu membuat sebagian masyarakat kesulitan menyisihkan uang dalam jumlah besar sekaligus.
Rahman juga tidak memberikan batas waktu kepada warga tersebut untuk mengganti dana yang telah digunakan.
Ia hanya berharap mereka dapat mengembalikannya ketika kondisi keuangan sudah membaik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260317-daging-beku-di-manggar-belitung-timur.jpg)