Berita Sungailiat
Siswa Diduga Keracunan MBG, Bupati Bangka Minta Evaluasi dan Perbaikan
Sejumlah siswa sempat mengalami pusing dan mual usai konsumsi menu MBG. Bupati Bangka menilai kejadian ini harus jadi bahan evaluasi ..
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka, Fery Insani, angkat bicara terkait insiden sejumlah siswa yang mengalami pusing dan mual diduga setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan agar kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak terkait.
“Ya dievaluasi lah, diperbaiki lah. Kan orang juga tidak sempurna,” ujar Fery saat diwawancarai Bangkapos.com, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, kejadian tersebut seharusnya menjadi pembelajaran dan diharapkan kedepannya hal ini tidak terjadi lagi.
Disinggung soal ketelitian pengelola SPPG dalam hal menyiapkan menu MBG, Fery menyebut bahwa banyaknya makanan yang dimasak setiap hari memungkinkan terjadinya kesalahan.
“SPPG itukan ibaratnya masak banyak tiap hari, mungkin ada salah. Setiap hari itu masak banyak sampai 3000-an (porsi-red), mungki ada salah,” ujarnya.
Oleh karena itu dirinya berharap supaya hal senacam ini tidak terjadi lagi kedepannya termasuk jadi pembelajaran juga untuk SPPG yang lain.
“Semuanya begitu (jadikan pembelajaran-red). Mungkin orang ada khilaf lah, manusia kan tidak sempurna,” imbuhnya.
Diberitakan Bangkapos.com sebelumnya, sejumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Bangka sempat dilarikan ke rumah sakit diduga karena keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa itu terjadi pada 10 Maret 2026 lalu ketika masih dalam suasana bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Nora Sukma Dewi menyebut bahwa saat itu menu MBG yang diterima siswa berupa roti burger.
“Menunya itu roti burger, selada, dan daging burger itu,” kata Nora kepada Bangkapos.com, Senin (30/3/2026).
Pada saat itu, pihaknya di Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka mendapatkan informasi bahwa ada siswa yang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrin, Sungailiat, Bangka.
“Ada empat siswa, empat-empatnya itu mengalami gejala pusing dan mual-mual. Tapi dari empat itu yang ke rumah sakit 3 orang. Dari tiga itu, 2 langsung pulang, dan 1 rawat inap, tapi yang dirawat sudah sembuh,” jelasnya.
Kendati demikian, dirinya menyebut bahwa para siswa tersebut sudah dalam kondisi baik atau sembuh karena memang kejadiannya sudah tergolong lama.
“Untuk diagnosa sakitnya kami tidak tau pasti, itu juga kejadiannya sudah dari 10 maret lalu,” jelasnya.
| Kapolres Bangka Imbau Penambang Bongkar Ponton di DAS Jada Bahrin Tanpa Penindakan |
|
|---|
| Polres Bangka Bersihkan Hutan Kota Sungailiat, Ajak Warga Peduli Lingkungan |
|
|---|
| Polemik Tambang Ilegal di Jada Bahrin, Satpol PP Bangka Siap Bantu Desa |
|
|---|
| Karhutla di Bangka Hanguskan Sekitar 60 Hektar Lahan Sejak Ramadan hingga Lebaran |
|
|---|
| Polres Bangka Buka Layanan Pengaduan 24 Jam, Warga Bisa Lapor via Telepon dan WhatsApp |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260331-Bupati-Bangka-Fery-Insani.jpg)