Berita Bangka
Kisah Gigih Mahasiswa Bertahan di Perantauan, Numpang Kos hingga Buka Pangkas Sendiri
Perantauan yang ia bayangkan sebagai jalan meraih mimpi, justru menghadirkannya pada fase penuh ketidakpastian
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Siang itu, suara gunting beradu pelan di sebuah pangkas rambut sederhana di kawasan Sri Pemandangan.
Di balik cermin yang memantulkan wajah pelanggan, berdiri sosok muda dengan tatapan fokus, Badrussalam (22), mahasiswa yang pernah berada di titik paling rapuh dalam hidupnya.
Tak banyak yang tahu, sebelum mampu berdiri mandiri seperti sekarang, mahasiswa semester enam Program Studi Ilmu Komunikasi Institut Pahlawan 12 Sungailiat ini sempat terpuruk.
Perantauan yang ia bayangkan sebagai jalan meraih mimpi, justru menghadirkannya pada fase penuh ketidakpastian.
Datang dari Desa Fajar Indah, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Badrussalam memulai hidup barunya pada September 2023. Namun langkah awal itu tak berjalan mulus.
Keputusan keluar dari pekerjaan karena ketidakcocokan dengan atasan membuatnya kehilangan pegangan.
Selama sekitar satu bulan, ia terjebak dalam masa menganggur. Tanpa penghasilan, tanpa kepastian dan dengan beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang belum cair, ia hanya bisa bertahan dengan bantuan orang tua dan kebaikan teman.
"Yang paling saya khawatirkan waktu itu, saya tidak mungkin terus-menerus meminta uang kepada orang tua, sementara uang beasiswa juga belum cair," ujarnya.
Hari-hari itu ia lalui dengan menumpang di kos milik temannya. Dalam ruang sempit yang bukan miliknya sendiri, ia menyusun ulang harapan yang sempat goyah.
Nama Saipul Anggara dan Ramadyan menjadi bagian penting dalam cerita hidupnya, dua sosok yang memberinya tempat ketika ia nyaris kehilangan arah.
Ironisnya, kedua temannya itu kini justru harus berhenti kuliah karena keterbatasan biaya. Namun bagi Badrussalam, kebaikan mereka tak pernah pudar dari ingatan.
Kesempatan akhirnya datang seperti secercah cahaya di ujung lorong gelap. November 2023 menjadi titik balik. Ia mendapat tawaran bekerja di sebuah pangkas rambut di kawasan Nelayan.
Berbekal keterampilan yang ia pelajari sejak mondok di pesantren saat SMA, Badrussalam mulai menata kembali hidupnya, helai demi helai, seperti rambut yang ia rapikan setiap hari.
Kerja kerasnya tak sia-sia. Dalam waktu sekitar enam bulan, ia dipercaya mengelola salah satu cabang usaha tersebut. Kepercayaan itu menjadi pijakan baru untuk melompat lebih jauh.
Tahun 2024 menjadi babak penting. Dengan dukungan modal sebesar Rp6,5 juta dari sang kakak, ia memberanikan diri membuka usaha pangkas rambut sendiri.
Dari titik itu, ia tak lagi sekadar bertahan, ia mulai berdiri.
Kini setiap hari, sedikitnya lima pelanggan datang ke tempatnya.
Dengan tarif Rp25.000 per orang, ia perlahan membangun kemandirian ekonomi, menghidupi dirinya dari hasil kerja tangan sendiri.
Namun perjuangannya belum usai. Di tengah kesibukan kuliah, ia juga menjalani magang di PT Timah Learning Center sejak 9 Februari 2025. Siang hingga malam, waktunya terbagi antara ruang kelas, tempat magang, dan kursi pangkas.
Tak mudah menjalani semuanya sekaligus. Tapi bagi Badrussalam, inilah harga dari sebuah mimpi.
Ia tak menampik bahwa tantangan terbesarnya adalah mengatur waktu, menjaga agar semua tetap berjalan tanpa saling mengorbankan. Meski lelah kerap datang, ia memilih untuk terus melangkah.
Dari ruang kos pinjaman hingga ruang usaha miliknya sendiri, perjalanan itu telah menempa dirinya menjadi lebih tangguh.
Kini, mimpinya tak lagi sekadar bertahan hidup.
"Harapan saya ke depan bisa membuka cabang sendiri dan memperkenalkan keterampilan ini kepada orang lain," tutupnya.
Di balik deru mesin cukur dan potongan rambut yang jatuh ke lantai, tersimpan kisah tentang keberanian melawan keadaan, tentang seorang anak muda yang menolak menyerah dan memilih bangkit dengan caranya sendiri.
(Bangkapos.com/Zaky Nur Hakim)
| Malam Hiburan Rakyat HUT ke-260 Tahun Kota Sungailiat Hanya Dihadiri Istri-istri Pejabat |
|
|---|
| Tambang Ilegal Dekat Jembatan Perimping Ditertibkan, Tiang Listrik dan Jembatan Terancam Ambruk |
|
|---|
| Remaja Alami Patah Tulang Paha Akibat Laka Lantas, Personel Polres Bangka Barat Evakuasi Korban |
|
|---|
| Unik Menyerupai Kapal, Gereja Katolik Santo Yohanes Pemandi Baturusa Diresmikan |
|
|---|
| Pemkab Bangka Berikan Diskon 75 Persen dan Bebas Denda untuk Masyarakat Bayar PBB |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260414-Badrussalam-mahasiswa-asal-Desa-Fajar-Indah.jpg)