Berita Bangka Selatan
BPJN Serahkan Pengelolaan Jalan IJD ke Pemkab Basel, Dorong Konektivitas dan Ekonomi Daerah
Pemerintah pusat melalui BPJN Bangka Belitung menyerahkan pengelolaan jalan hasil program Inpres Jalan Daerah kepada Pemkab Ba...
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi menyerahkan pemanfaatan dan pengelolaan operasional Barang Milik Negara (BMN) kepada Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan. Penyerahan ini mencakup paket kegiatan Inpres Jalan Daerah (IJD) tahun anggaran 2023 dan 2025.
Serah terima tersebut menjadi langkah strategis dalam memastikan keberlanjutan fungsi infrastruktur jalan yang telah dibangun. Selain itu, langkah ini juga mempertegas sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan konektivitas wilayah.
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan pembangunan infrastruktur yang dinilai sangat krusial bagi daerahnya. Program Inpres Jalan Daerah menjadi solusi konkret dalam menjawab keterbatasan anggaran daerah yang selama ini menjadi tantangan utama. Kehadiran infrastruktur jalan yang memadai akan membuka akses antar wilayah, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara bertahap.
“Dukungan pembangunan seperti ini terus berlanjut, karena dengan keterbatasan kapasitas anggaran daerah, bantuan melalui Inpres Jalan Daerah ini sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas jaringan jalan bagi masyarakat,” ujar Riza Herdavid kepada Bangkapos.com, Rabu (15/4/2026).
Riza Herdavid menegaskan bahwa pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan pondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif. Ia menggambarkan bagaimana jalan yang baik akan menghubungkan sentra produksi dengan pasar, mempermudah akses layanan publik, serta meningkatkan daya saing daerah di tengah persaingan regional. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen untuk menjaga dan mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur yang telah diserahkan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Di Kabupaten Bangka Selatan, terdapat dua ruas jalan strategis yang menjadi bagian dari program ini, yakni Jalan Toboali–Serdang sepanjang 23,3 kilometer. Lalu, Jalan Payung–Air Bara sepanjang 10 kilometer dengan nilai anggaran yang sama. Kedua ruas tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menghubungkan kawasan ekonomi serta memperlancar arus transportasi masyarakat. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, targetnya waktu tempuh dapat dipersingkat dan biaya logistik menjadi lebih efisien.
“Keberadaan jalan ini akan sangat membantu aktivitas masyarakat, baik untuk kegiatan ekonomi maupun sosial sehari-hari,” papar Riza Herdavid.
Dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan juga masih mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat pada tahun 2026, terutama untuk pembangunan infrastruktur. Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik, Bangka Selatan masih memperoleh anggaran sekitar Rp15 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan jalan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat.
Pertama, berada di kawasan perkotaan Toboali yakni ruas Jalan Sukadamai sampai Baher. Kedua, yakni ruas jalan dari Desa Delas hingga Palas, Kecamatan Airgegas. Selain itu, pemerintah daerah juga memperoleh dukungan anggaran melalui program IJD dengan nilai sekitar Rp39 miliar. Anggaran tersebut difokuskan untuk peningkatan kualitas infrastruktur Jalan Simpang Rimba-Permis yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas karena memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di daerah. Pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik semata.
“Program-program yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat juga tetap menjadi perhatian utama,” sebutnya.
Dengan adanya serah terima ini, diharapkan infrastruktur jalan yang telah dibangun tidak hanya menjadi sarana penghubung, tetapi juga penggerak utama pertumbuhan ekonomi lokal. Pemerintah daerah optimistis bahwa konektivitas yang semakin baik akan membuka peluang investasi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur.
“Kami percaya, dengan kolaborasi yang kuat, pembangunan jalan ini akan memberikan manfaat besar dan berkelanjutan bagi masyarakat Bangka Selatan,” tutup Bupati.
Sementara itu, Kepala BPJN Bangka Belitung, Susan Novelia, menjelaskan bahwa penandatanganan serah terima ini merupakan bagian dari upaya pengamanan aset negara sekaligus optimalisasi pemanfaatannya. Aset utama yang diserahterimakan adalah ruas Jalan Toboali–Serdang yang dibangun pada tahun 2023 dengan nilai investasi mencapai Rp49,9 miliar. Selain itu, terdapat pula paket pembangunan lainnya yang menjadi bagian dari program IJD di Bangka Selatan.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan konektivitas jalan daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan Asta Cita Presiden yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ungkap Susan.
| Edukasi Petani, Pemkab Basel Gencarkan Sosialisasi Cegah Alih Fungsi Lahan Sawah |
|
|---|
| Pemkab Basel Siap Bongkar Sawah yang Dialihfungsikan Jadi Kebun Sawit |
|
|---|
| Empat Desa di Kecamatan Pulau Besar Jadi Fokus Penertiban Alih Fungsi Lahan Pangan |
|
|---|
| Pemkab Basel Perketat Pengawasan Alih Fungsi LP2B Jadi Perkebunan Kelapa Sawit |
|
|---|
| Dua Pencuri AC Klinik di Toboali Ditangkap, Terancam 7 Tahun Penjara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260415-SERAH-TERIMA-BMN-Bupati-Bangka-Selatan-Riza-Herdavid-ketika-melakukan.jpg)