Jumat, 17 April 2026

Berita Bangka Belitung

Wakil Kepala BGN: Rp3,9 Miliar per Hari Mengalir di Babel Lewat Program SPPG

Program pemenuhan gizi di Bangka Belitung tak hanya menyasar kesehatan, tetapi juga menggerakkan ekonomi dengan aliran dana ...

|
Penulis: Erlangga | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Bangkapos.com/Erlangga/Erlangga
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya usai Rapat Konsolidasi yang digelar oleh Badan Gizi Nasional, Jumat (17/2/2026). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Program pemenuhan gizi nasional melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kepulauan Bangka Belitung memberikan dampak signifikan, tidak hanya pada aspek kesehatan masyarakat tetapi juga perekonomian daerah.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya mengungkapkan, setidaknya Rp3,9 miliar dana dari pemerintah pusat mengalir setiap hari ke Bangka Belitung melalui program tersebut.

Aliran dana tersebut menjadi bukti bahwa program gizi juga berperan sebagai stimulus ekonomi.

“Setiap hari, ini bukan mingguan atau bulanan, sekitar Rp3,9 miliar mengalir ke Bangka Belitung. Ini yang kita maksud meningkatkan perekonomian daerah,” Katanya saat Rapat Konsolidasi Bersama pada Jumat (17/04/2026).

Menurut Sony, dana yang digelontorkan tidak berhenti di program semata, tetapi langsung berputar di masyarakat. Dari total tersebut.

“Sekitar Rp474 juta per hari mengalir ke suruh relawan yang terlibat dalam operasional SPPG,” katanya.

“Sebanyak 4.550 warga disebut telah terserap bekerja, sebagian di antaranya berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah,” Katanya.

“Minimal Rp100 ribu per hari dibawa pulang. Itu langsung dipakai untuk kebutuhan keluarga, beli beras dan lain-lain,” tambahnya.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya foto bersama usai Rapat Konsolidasi yang digelar oleh Badan Gizi Nasional, Jumat (17/04/2026). Kegiatan ini membahas penguatan program pemenuhan gizi, termasuk koordinasi pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta sinergi antar pemangku kepentingan.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya foto bersama usai Rapat Konsolidasi yang digelar oleh Badan Gizi Nasional, Jumat (17/04/2026). Kegiatan ini membahas penguatan program pemenuhan gizi, termasuk koordinasi pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta sinergi antar pemangku kepentingan. (Bangkapos.com/Erlangga/Erlangga)

Skema ini dinilai berbeda dengan bantuan sosial biasa karena masyarakat mendapatkan penghasilan melalui pekerjaan.

“Ini seperti bantuan langsung, tapi dalam bentuk kerja,”ucapnya.

Sony menegaskan bahwa dampak program ini tidak berhenti pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga menciptakan efek berantai terhadap pelaku usaha lokal melalui kebutuhan bahan pangan.

“Selain tenaga kerja operasional, pembangunan SPPG juga melibatkan masyarakat dalam proses konstruksi. Kalau satu SPPG dikerjakan minimal 10 orang, artinya sudah ada sekitar 1.000 tenaga kerja yang terserap,” katanya.

Sony menegaskan bahwa dampak program ini tidak berhenti pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga menciptakan efek berantai terhadap pelaku usaha lokal melalui kebutuhan bahan pangan.

“Program ini juga menghidupkan sektor usaha kecil. Sekitar Rp2,4 miliar per hari dialirkan untuk kebutuhan bahan pangan yang dipasok oleh pelaku usaha lokal. Dana tersebut mengalir ke berbagai sektor, mulai dari pedagang beras, sayur, buah, ikan, telur hingga daging di berbagai wilayah,” katanya.(Bangkapos.com/Erlangga)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved