Berita Pangkalpinang
Peran Satgas Diperkuat, MBG Bukan Sekadar Bagi-Bagi Makanan
Pemerintah mulai memperkuat peran satuan tugas (satgas) di daerah untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran
Penulis: Erlangga | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kini tidak lagi sekadar berbagi makanan kepada masyarakat. Pemerintah mulai memperkuat peran satuan tugas (satgas) di daerah untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran, terutama bagi anak kurang gizi dan kelompok rentan.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya, menegaskan bahwa pendekatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar program MBG tidak berjalan secara umum, melainkan berbasis kebutuhan riil di lapangan.
“Program ini bukan sekadar bagi-bagi makanan. Ada pengelompokan yang harus diutamakan, seperti masyarakat miskin dan anak-anak dengan kondisi gizi kurang. Karena itu, peran satgas menjadi sangat penting untuk memastikan siapa yang benar-benar berhak menerima,” Kata Sony di Rapat Konsolidasi pada Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, satgas MBG di tingkat kabupaten/kota berproses dalam pendataan. Mereka bertugas mengidentifikasi calon penerima manfaat di wilayah masing-masing sebelum data tersebut diverifikasi oleh pemerintah pusat.
“Satgas di daerah mendata, kemudian mengusulkan ke pusat. Setelah itu kami verifikasi sebelum pembangunan dan operasional SPPG dilakukan. Jadi prosesnya berlapis agar tidak salah sasaran,” katanya.
Pendekatan ini dinilai penting, terutama dalam pelaksanaan MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), yang selama ini menghadapi tantangan akses dan keterbatasan data.
“Daerah 3T ini menjadi prioritas. Satgas di daerah tersebut yang paling memahami kondisi masyarakatnya. Mereka yang mendata, lalu kami verifikasi. Ini untuk memastikan program benar-benar menyentuh yang membutuhkan,” jelasnya.
Sony menjelaskan “dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan, sebanyak 900 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai beroperasi di wilayah 3T. Setelah itu, ribuan unit lainnya akan menyusul secara bertahap,”katanya.
Di sisi lain, pemerintah juga melakukan sinkronisasi data lintas kementerian, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, guna memastikan validitas penerima manfaat.
Sony menekankan, dengan sistem ini, MBG diharapkan tidak hanya menjadi program populis, tetapi juga intervensi yang tepat dan berdampak langsung terhadap perbaikan gizi masyarakat.
“Yang kita kejar bukan hanya jumlah penerima, tapi ketepatan sasaran. Karena itu, satgas menjadi kunci agar program ini benar-benar efektif,” tegasnya.
(Bangkapos.com/Erlangga)
| Pelaksanaan Program MBG, Pemprov Bangka Belitung Tekankan Aspek Pengawasan dan Akuntabilitas |
|
|---|
| Polda Babel Limpahkan Berkas Perkara Dua Tersangka Kasus Laka Tambang di Pondi |
|
|---|
| Fenomena El Nino, BMKG Pangkalpinang Perkirakan Musim Kemarau akan Lebih Panjang |
|
|---|
| Program MBG di Bangka Belitung, Aliran Dana SPPG di Pangkalpinang Tertinggi, Bangka Selatan Terendah |
|
|---|
| Ko’Skap Coffee, dari Motor Gerobak Kini Jadi Usaha Kopi Kekinian di Pangkalpinang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260417-Wakil-Kepala-Badan-Gizi-Nasional-BGN-Irjen-Pol-Purn-Sony-Sonjaya1.jpg)