Kamis, 23 April 2026

Krisis Akses Telekomunikasi di Babel

Blank Spot Masih Menghantui Babel, Daerah Dorong Percepatan Pembangunan BTS

Keterbatasan infrastruktur telekomunikasi membuat sejumlah wilayah di Bangka Belitung masih mengalami blank spot. Pemerintah ...

Bangka Pos
Bangka Pos Hari Ini, Kamis (23/04/2026). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sinyal telekomunikasi belum sepenuhnya menjadi sesuatu yang bisa diandalkan. Di tengah geliat transformasi digital, masih ada blank spot yang membuat komunikasi tersendat dan akses informasi tersisih.

Persoalan ini kembali disuarakan oleh Bupati Bangka Barat, Markus. Ia menegaskan, keterbatasan infrastruktur menjadi akar masalah yang belum terselesaikan hingga kini.

“Kita berharap ada tindak lanjut dengan kementerian (Komdigi). Kita hanya bisa mengusulkan, sementara keputusan tetap di tingkat pusat,” ujar Markus, Rabu (22/4/2026). 

Ia mengakui jumlah BTS di wilayahnya masih jauh dari kebutuhan ideal.

Namun, pembangunan infrastruktur tersebut memerlukan investasi besar dan Digital (Komdigi). Kepala Dinas Kominfo Bangka Barat, Indra Cahaya, menyebut pihaknya telah melaporkan titik-titik blank spot secara daring ke pemerintah pusat.

“Pendataan dilakukan secara online dan sudah kami lengkapi. Tinggal menunggu tindak lanjut serta koordinasi lanjutan,” ujarnya.

Meski demikian, data yang digunakan masih mengacu pada 2021 dengan 14 titik blank spot yang belum mengalami pembaruan signifikan.

Data tersebut tetap menjadi dasar pengajuan sambil menunggu verifikasi ulang bersama operator seperti Telkom. 

Wilayah Pesisir 

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Bangka.

Sekitar 20 persen wilayahnya, terutama di kawasan pesisir, masih mengalami keterbatasan jaringan. Kepala Bidang IKP Diskominfotik Bangka, Suharman, mengatakan faktor geografis dan cuaca turut memengaruhi kualitas sinyal.

“Wilayah pesisir paling sering mengalami gangguan, terutama saat angin kencang dan hujan,” ujarnya.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah, mulai dari kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat hingga menggandeng pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial (CSR). Intervensi yang dilakukan antara lain pemasangan WiFi di sekolah, penyediaan mobil internet, pembangunan menara jaringan, serta pemasangan WiFi publik di sejumlah kawasan, termasuk pantai.

Pada 2024, Kabupaten Bangka juga memperoleh bantuan jaringan di 18 titik melalui program Bakti Kominfo. Namun, bantuan tersebut tidak berlanjut pada 2025 karena fokus dialihkan ke Indonesia Timur.

Pemerintah daerah berharap dukungan serupa dapat kembali diberikan pada 2026. Melalui kolaborasi lintas pihak dan percepatan perizinan bagi provider, diharapkan target zero blank spot dapat tercapai, sekaligus meningkatkan pelayanan publik dan akses informasi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. (riu/u2)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved