Jumat, 24 April 2026

Berita Bangka Belitung

Bupati dan Wali Kota di Babel Kompak Pangkas BBM Mobil Dinas

Para bupati dan wali kota di Bangka Belitung menghemat BBM dengan berbagai cara mulai dari mengganti mobil hingga pindah domisili.

Editor: Fitriadi
Notebook LM/Sigit
Grafis langkah kepala daerah di Bangka Belitung menghemat penggunaan BBM pada kendaraan dinas. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mendorong sejumlah kepala daerah di Provinsi Bangka Belitung melakukan langkah efisiensi, terutama dalam penggunaan kendaraan dinas dan mobilitas harian.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, mengaku telah menyesuaikan pola penggunaan kendaraan operasional sejak harga BBM mengalami kenaikan signifikan.

Ia memilih mengurangi penggunaan mobil berbahan bakar solar nonsubsidi yang dinilai lebih mahal.

Baca juga: Video : Harga BBM Naik, Bupati Bangka Tinggalkan Pajero, Pilih Naik Motor untuk Kegiatan Dinas Dekat

Pantauan Bangkapos.com pada Kamis (23/4/2026), Algafry terlihat menghadiri sejumlah agenda di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menggunakan mobil Honda HR-V.

Sementara kendaraan dinas utamanya, Mitsubishi Pajero Sport, lebih sering terparkir di rumah dinas.

“Sudah kita rekap dan susun ulang anggaran. Dengan harga BBM yang naik, volumenya dikurangi.

Baca juga: Saparudin Imbau Efisiensi Usai Kenaikan BBM dan Gas LPG Non Subsidi, Harga Barang Berpotensi Naik

Saya siasati pakai mobil kecil supaya tidak bergantung pada solar nonsubsidi,” ujar Algafry.

Meski demikian, ia menegaskan penggunaan kendaraan tetap disesuaikan dengan kebutuhan.

Untuk perjalanan jauh atau medan berat, kendaraan berbahan bakar solar masih digunakan.

“Kalau jaraknya dekat, saya pakai mobil kecil agar lebih hemat. Ini bagian dari efisiensi transportasi,” katanya.

Langkah serupa dilakukan Bupati Bangka, Fery Insani.

Dalam beberapa hari terakhir, ia mengganti kendaraan dinas Pajero Sport dengan mobil Kijang Innova Zenix yang menggunakan BBM jenis Pertamax.

Bahkan, untuk agenda yang berlokasi dekat, ia sesekali memilih menggunakan sepeda motor.

“Sudah tiga hari ini saya tidak pakai Pajero. Kalau dekat, saya pakai motor. Ini bukan pencitraan, tapi memang untuk penghematan,” ujar Fery.
 
Ia menambahkan, kendaraan yang digunakan saat ini merupakan mobil lama milik Inspektorat Daerah yang dipinjam untuk menunjang aktivitasnya.

“Ini mobil lama, bukan baru. Kita manfaatkan yang ada,” katanya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved