Senin, 27 April 2026

Rumah Panggung Kokoh di Bangka Selatan

Rumah Tradisional Bangka Lebih dari Sekadar Hunian

Rumah tradisional di Bangka tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga bagian penting dari sistem budaya, sosial, hingga sejarah.

Penulis: Erlangga | Editor: Fitriadi
Bangkapos.com/Erlangga
RUMAH TRADISIONAL - Rumah panggung tua di Desa Ranggung, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, masih berdiri kokoh meski usianya telah melampaui satu abad. Rumah ini kini ditempati Amrullah (50), generasi ketiga dari pemilik awal, Hasyim bin Hapsa. Gambar diambil pada Jumat (24/4/2026). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Rumah tradisional di Bangka tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi bagian penting dari sistem budaya, sosial, hingga sejarah masyarakat yang telah berkembang sejak lama.

Hal ini diungkapkan sejarawan Kepulauan Bangka Belitung, Dato’ Akhmad Elvian.

Menurut Elvian, dalam tradisi masyarakat Bangka, bangunan berarsitektur adat terbagi dalam tiga jenis utama, yakni rumah tinggal, tempat ibadah, serta balai adat yang digunakan sebagai ruang pertemuan.

Baca juga: Dibangun 3 Tahun Bertahan 130 Tahun, Rumah Adat di Desa Ranggung Basel Tetap Kokoh

“Bangunan tradisional di Bangka itu tidak hanya rumah. Ada juga tempat ibadah dan balai adat. Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda, tetapi sama-sama penting dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Ia menjelaskan, secara umum arsitektur di Bangka terbagi menjadi dua kategori, yakni arsitektur tradisional (adat) dan arsitektur vernakular. 

Arsitektur adat dibangun melalui tata cara khusus yang melibatkan aturan dan ritual, serta biasanya dikerjakan oleh orang yang memahami adat.

“Rumah adat itu dibuat dengan aturan dan ritual. Ada tata cara tertentu, bahkan yang membangunnya pun bukan orang sembarangan,” katanya.

Rumah adat umumnya diperuntukkan bagi tokoh tertentu, seperti kepala kampung atau depati.

Sementara itu, rumah vernakular merupakan bangunan milik masyarakat umum yang dibangun sesuai kebutuhan tanpa melalui ritual, meskipun terkadang meniru bentuk rumah adat.

Lebih lanjut, Elvian menyebut rumah memiliki berbagai fungsi, mulai dari psikologis, sosial, biologis, hingga politis.

Secara psikologis, rumah memberikan rasa aman, yang salah satunya tercermin dari bentuk rumah panggung untuk menghindari ancaman dari luar.

“Orang dulu bisa saja tinggal di kebun atau hutan, tapi tidak aman. Maka rumah dibangun untuk memberikan perlindungan,” ujarnya.

Selain itu, rumah juga berfungsi sebagai ruang sosial. Di dalamnya terjadi interaksi antaranggota keluarga maupun dengan tamu dari luar.

“Rumah itu tempat bersosialisasi, makanya ada ruang depan untuk menerima tamu,” katanya.

Dalam konteks sosial, terdapat beberapa jenis rumah, seperti rumah panggung untuk keluarga inti, rumah kepung yang dihuni banyak orang dalam satu aktivitas, serta rumah gedong yang ditempati beberapa generasi.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved