Berita Bangka Barat
Inflasi Bangka Barat Tertinggi di Babel, Tembus 2,29 Persen pada April 2026
BPS mencatat inflasi tahunan Bangka Barat tertinggi di Bangka Belitung pada April 2026, dipicu kenaikan harga pangan, energi, dan...
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kabupaten Bangka Barat tercatat sebagai daerah dengan tingkat inflasi tertinggi secara year-on-year (y-on-y) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada April 2026. Hal tersebut terungkap dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Barat, Senin (4/5/2026).
Menanggapi data tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menjelaskan sejumlah hal yang disampaikan oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Heru Warsito.
“Kita patut bersyukur, kondisi inflasi di Bangka Barat masih relatif terkendali karena masih dalam batasan rentang nasional,” kata Heru.
Namun demikian, kata dia, masyarakat harus tetap waspada karena secara tahunan, harga-harga masih menunjukan kecenderuan meningkat.
“Sehingga tekanan inflasi jangka panjang masih menghantui dan menjadi perhatian kita bersama,” jelasnya.
Lebih lanjut, dirinya mengapresiasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bangka Barat, Polres Bangka Barat dan BPS Bangka Barat yang telah dan selalu bersinergi melakukan langkah nyata mengendalikan tekananan harga sehingga stabilitas harga terjaga dengan baik.
Kemudian, terdapat beberapa peroembamg yamg perlu jadi perhatian bersama yang ikut mempengaruhi inflasi di daerah.
Salah satu contohnya, terjadi kenaikan harga gas elpiji 5,5 kg dan 12 kg yang menjadi salah satu faktor yang secara langsung meningkatkan biaya konsumsi rumah tangga dan biaya produksi pelaku usaha.
Di sisi lain, terdapat lonjakan bahan baku plastik yang berpotensi mendorong terjadi nya kenaikan harga berbagai komoditas, khususnya yang menggunakan kemasan plastik.
Kemudian, terjadi juga pelemahan nilai tukar rupiah yang saat ini Rp17 ribu lebih yang cukup tinggi nilainya.
“Ini menjadi tekanan terhadap harga barang, terutama kompditas impor ataupun yang memiliki ketergantungan terhadap bahan-bahan impor,” ujarnya.
Lalu kenaikan harga BBM non-subsidi yang turut meningkatkan biaya transportasi dan distribusi yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap harga barang dan jasa di tingkat konsumen.
“Kondisi tersebut menunjukan bahwa inflasi yang terjadi saat ini lebih dipengaruhi oleh kenaikan biaya dimana peningkatakan harga-harga dipicu oleh biaya produksi dan bukan lonjakan permintaan,” ucapnya.
Lebih lanjut, dia menyebut bahwa inflasi tersebut tidak bisa dihilangkan namun bisa dikendalikan.
“Sehingga masyarakat ekonominya bertumbuh dan daya belinya baik,” sambungnya.
| Peringati May Day, Pemkab Bangka Barat Tegaskan Akan Dengarkan dan Implementasi Hak Buruh |
|
|---|
| May Day Harmoni 2026 di Babar Digelar, Minim Kehadiran Buruh, Diisi Seremonial dan Bazar UMKM |
|
|---|
| Pria Aniaya Wanita di Belo Laut Diringkus Polisi, Korban Mengalami Luka dan Trauma |
|
|---|
| Dua Remaja di Bangka Barat Curi Handphone Warga yang Lagi Dicas |
|
|---|
| Peringati Satu Tahun Pimpin Bangka Belitung, Gubernur Hidayat Arsani Bagikan 437 Beras 5 Kg |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260504-INFLASI-TERTINGGI-Heru-Warsito-Asisten-Bidang-Perekonomian-dan-Pembangunan-1.jpg)