Jumat, 8 Mei 2026

Berita Bangka Selatan

Harga BBM Naik, Bupati Basel Riza Minta Kebijakan Khusus untuk Pelajar

Kenaikan harga BBM non subsidi mulai berdampak pada sektor pendidikan di Bangka Selatan. Pemkab meminta pemerintah pusat ...

Tayang:
Bangkapos.com/Cepi Marlianto/Cepi Marlianto
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai memunculkan kekhawatiran terhadap akses pendidikan masyarakat di Kabupaten Bangka Selatan. Pemerintah daerah menilai lonjakan harga BBM berpotensi membebani pelajar yang bergantung pada transportasi untuk pergi ke sekolah setiap hari.

Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengatakan, kenaikan harga BBM non subsidi saat ini telah dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama keluarga pelajar yang harus mengeluarkan biaya transportasi lebih besar. Sektor pendidikan tidak boleh menjadi korban dari dampak kenaikan harga energi yang terjadi belakangan ini. Karena itu, pemerintah daerah meminta adanya kebijakan khusus untuk membantu kebutuhan transportasi pelajar.

“Saya meminta kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung terkait dampak kenaikan harga BBM terhadap sektor pendidikan,” kata Riza Herdavid kepada Bangkapos.com, Kamis (7/5/2026).

Riza menjelaskan, banyak pelajar di daerah masih bergantung pada kendaraan pribadi maupun angkutan tertentu khususnya bus untuk menjangkau sekolah. Kenaikan harga BBM non subsidi dinilai dapat memperberat biaya harian masyarakat, khususnya bagi keluarga yang memiliki anak usia sekolah. Pemerintah daerah berharap ada kebijakan afirmatif yang memberikan kemudahan bagi dunia pendidikan dalam memperoleh akses bahan bakar bersubsidi.

Bupati menegaskan aspirasi tersebut telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar dapat diteruskan kepada pemerintah pusat. Menurut dia, langkah itu penting agar sektor pendidikan memperoleh perhatian dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan energi dan kebutuhan masyarakat. Ia menilai akses pendidikan harus tetap terjaga meski terjadi penyesuaian harga BBM di tingkat nasional.

“Kami meminta kepada Pak Gubernur untuk menyampaikan ke pusat, salah satu kepentingan kita bagaimana dunia pendidikan tidak terganggu dengan adanya kenaikan BBM non subsidi,” urai Riza.

Selain meminta perhatian pemerintah pusat, Pemkab Bangka Selatan juga berharap ada kebijakan yang memungkinkan kebutuhan transportasi pelajar tetap mendapat kemudahan. Pemerintah daerah menilai dukungan terhadap sektor pendidikan harus diwujudkan secara konkret, termasuk melalui kebijakan distribusi BBM yang lebih berpihak kepada masyarakat. Menurutnya, kemudahan akses BBM bagi keperluan sekolah akan sangat membantu masyarakat menghadapi situasi ekonomi saat ini.

Adapun saat ini Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengoperasikan bus sekolah gratis bagi masyarakat sebanyak 14 unit. Konsumsi BBM untuk seluruh bus sekolah mencapai sekitar 283 liter per hari. Dengan harga Dexlite saat ini sebesar Rp26.600 per liter, kebutuhan anggaran harian untuk BBM mencapai sekitar Rp7.527.800per hari. Sementara untuk kebutuhan bulanan, jumlahnya bergantung pada hari efektif kegiatan belajar mengajar di sekolah. Dengan kondisi harga BBM yang meningkat, beban anggaran operasional dipastikan ikut melonjak.

“Kami berharap ada kebijakan yang bisa memberikan kemudahan, sehingga untuk keperluan bersekolah tetap dapat menggunakan BBM bersubsidi,” katanya.

Meski begitu kata Riza Herdavid, usulan tersebut lahir dari banyaknya aspirasi masyarakat yang masuk ke pemerintah daerah dalam beberapa waktu terakhir. Keluhan tidak hanya datang dari warga Bangka Selatan, tetapi juga dirasakan masyarakat di berbagai wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pemerintah daerah menilai persoalan biaya transportasi pendidikan menjadi isu bersama yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

Pentingnya penguatan kebijakan satu peta yang berpihak kepada kepentingan ekonomi dan sosial masyarakat. Ia menilai kebijakan pembangunan harus disusun secara terintegrasi agar setiap program dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan, termasuk di sektor pendidikan dan ekonomi masyarakat.

“Semoga aspirasi ini dapat tersampaikan, karena banyak sekali keluhan yang kami terima, bukan hanya di Bangka Selatan tetapi juga sudah dirasakan masyarakat se-Bangka Belitung” pungkas Bupati.

Seperti diketahui kenaikan harga BBM kembali terjadi pada 4 Mei 2026 setelah tanggal 18 April 2026 lalu terjadi kenaikan. Saat ini harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp20.350 per liter dari sebelumnya Rp19.850 per liter. Dexlite juga mengalami kenaikan dari Rp24.150 per liter menjadi Rp26.600 per liter, sedangkan Pertamina Dex naik dari Rp24.450 per liter menjadi Rp28.500 per liter. Sementara itu, harga Pertamax tetap Rp12.600 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, dan Bio Solar Rp6.800 per liter. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved