Berita Bangka Selatan
Serapan Gabah di Desa Rias Basel Tembus 3.000 Ton, Naik Dua Kali Lipat
Serapan gabah kering panen di Desa Rias, Bangka Selatan, melonjak tajam pada musim tanam pertama 2026. Stabilnya harga beli dan ...
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Serapan gabah kering panen (GKP) di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan ( Basel ), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ), mengalami peningkatan signifikan pada musim tanam pertama tahun 2026.
Empat mitra penggilingan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) di wilayah tersebut diperkirakan mampu menyerap lebih dari 3.000 ton GKP hingga akhir masa panen. Jumlah itu meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya berkisar 1.500 ton.
Mitra Penggilingan Bulog Marsudi Tani Desa Rias, Iman Qolbi mengatakan, sejak awal Februari 2026 terdapat empat mitra penggilingan yang melakukan penyerapan gabah petani di Desa Rias. Dari jumlah tersebut, total serapan sementara telah mencapai lebih dari 2.800 ton GKP. Angka itu diperkirakan masih terus bertambah seiring masih berlangsungnya masa panen di sejumlah kawasan persawahan.
“Perkiraan sampai pasca akhir panen musim tanam pertama di Kabupaten Bangka Selatan akan lebih dari 3.000 ton GKP yang terserap,” kata Iman Qolbi kepada Bangkapos.com, Senin (11/5/2026).
Iman mengungkapkan, capaian tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan musim tanam pertama pada tahun 2025 lalu. Pada musim sebelumnya, total serapan gabah dari empat mitra penggilingan hanya berkisar 1.500 ton dalam satu musim panen. Sementara pada tahun ini jumlah serapan sudah mendekati angka 3.000 ton meski masa panen belum sepenuhnya selesai dilakukan.
Menurutnya peningkatan produksi dan serapan gabah tidak terlepas dari mulai tumbuhnya kepercayaan petani terhadap pola penyerapan pemerintah melalui Perum Bulog. Harga beli GKP yang stabil di angka Rp6.500 per kilogram membuat petani merasa lebih tenang saat memasuki musim panen. Selain itu, proses pembayaran yang dinilai tepat waktu membuat petani tidak lagi terlalu lama menunggu hasil penjualan gabah mereka cair.
“Petani sudah merasakan dampak harga beli GKP yang cukup stabil di angka Rp6.500 per kilogram, apalagi pembayarannya tepat waktu,” jelas Iman.
Ia menuturkan kepastian pasar dan pembayaran yang cepat turut membantu petani dalam mempersiapkan musim tanam berikutnya. Petani yang sebelumnya kerap mengalami keterlambatan modal kini dapat langsung mengolah lahan setelah hasil panen terjual. Perputaran ekonomi di tingkat petani pun dinilai lebih sehat karena modal tanam dapat kembali tersedia dalam waktu singkat.
Selain itu, keberadaan program penyerapan gabah pemerintah melalui Bulog secara perlahan mulai mengubah pola usaha tani di Desa Rias. Jika sebelumnya banyak petani kesulitan menjual hasil panen dengan harga layak, kini gabah petani dapat langsung terserap dalam jumlah besar. Kondisi itu membuat petani lebih bersemangat untuk mempertahankan bahkan memperluas lahan tanam padi mereka pada musim berikutnya.
“Petani lebih semangat karena selain padi lebih cepat terbeli, petani juga bisa langsung mengolah lahan sawah,” sebutnya,
Di tengah peningkatan produksi tersebut kata Iman, ancaman penurunan hasil panen tetap membayangi apabila kemarau panjang terjadi pada musim berikutnya. Sejumlah wilayah persawahan di Bangka Selatan diperkirakan berpotensi mengalami kekurangan air sehingga tidak dapat mengikuti pola tanam secara normal. Namun hingga saat ini besaran potensi penurunan produksi masih belum dapat dipastikan karena para petani dan mitra penggilingan masih menunggu perkembangan cuaca serta hasil panen musim berikutnya.
“Perkiraan ke depan apabila terjadi kemarau panjang memang diprediksi akan terjadi penurunan panen padi karena ada beberapa tempat yang dipastikan tidak bisa mengikuti pola tanam karena kekurangan air,” ucapnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
| Raup Puluhan Juta, Bisnis Peleburan Timah Rumahan di Basel Terbongkar, Simpan Stok Bahan Baku |
|
|---|
| Toboaley Corner Jadi Magnet Baru, Produk UMKM Desa Akhirnya Punya Panggung |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Ungkap Penyebab Rendemen CPO Petani Masih Anjlok |
|
|---|
| Harga Sawit di Bangka Selatan Masih di Bawah Target Apkasindo, Pemkab Bentuk Tim Pengawas |
|
|---|
| Bisnis Peleburan Timah Ilegal di Pondok Kebun Desa Tukak Bangka Selatan Raup Puluhan Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260511-ANGKAT-PADI-Sejumlah-petani-ketika-mengakut-padi-yang-hendak.jpg)