Berita Pangkalpinang
Babel Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem, Waspada Beberapa Hari ke Depan Terjadi Hujan Lebat
Prakirawan Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang, Putri Ulzanati Raju, mengatakan saat ini wilayah Bangka Belitung masih berada pada
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang mengingatkan masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang, Putri Ulzanati Raju, mengatakan saat ini wilayah Bangka Belitung masih berada pada masa peralihan musim atau pancaroba.
Kondisi tersebut menyebabkan potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang bersifat sporadis di sejumlah wilayah.
"Kita masih dalam masa peralihan, jadi ada potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang sifatnya sporadis," ujar Putri kepada Bangkapos.com, Senin (18/5/2026).
Berdasarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang, potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi pada periode 18 hingga 20 Mei 2026 di sejumlah wilayah di Bangka Belitung.
Pada 18 Mei 2026, status waspada atau potensi hujan sedang hingga lebat diprediksi terjadi di wilayah Bangka Barat, Bangka, Pangkalpinang, Belitung, Belitung Timur dan sekitarnya.
Sementara status siaga atau potensi hujan lebat hingga sangat lebat berpeluang terjadi di Bangka Selatan, Bangka Tengah dan wilayah sekitarnya.
Kemudian pada 19 Mei 2026, BMKG menyebut tidak terdapat potensi signifikan atau nihil peringatan cuaca ekstrem di seluruh wilayah Bangka Belitung.
Sedangkan pada 20 Mei 2026, status waspada kembali diberlakukan di wilayah Bangka Barat, Bangka, Bangka Tengah, Pangkalpinang dan sekitarnya. Adapun status siaga diprakirakan terjadi di wilayah Bangka Selatan dan sekitarnya.
BMKG juga menyebut tidak terdapat peringatan kategori awas atau hujan sangat lebat hingga ekstrem selama periode tersebut. Selain itu, peringatan dini angin kencang juga tercatat nihil di seluruh wilayah Bangka Belitung.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak hidrometeorologi seperti genangan, pohon tumbang, jalan licin, hingga terganggunya aktivitas pelayaran dan transportasi saat hujan lebat disertai petir.
Terkait musim kemarau, Putri mengatakan Bangka Belitung diperkirakan belum memasuki periode tersebut dalam waktu dekat. Berdasarkan prakiraan BMKG, awal musim kemarau diprediksi mulai terjadi pada awal hingga pertengahan Juni 2026.
"Diprediksi musim kemarau awal hingga pertengahan Juni," katanya.
Dengan kondisi cuaca yang masih dinamis pada masa pancaroba, masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG guna mengantisipasi potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
| Realisasi PAD Pangkalpinang Capai 35,04 Persen, Wali Kota Saparudin Akui Ada yang Belum Optimal |
|
|---|
| DPRD Babel Gelar Paripurna Bahas Rancangan Perda Tentang Pajak dan Retribusi Daerah |
|
|---|
| Mashur Samsuri Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PPBI Pangkalpinang 2026-2030 |
|
|---|
| Lapas Narkotika Pangkalpinang Bantah Isu Pemindahan Warga Binaan ke Nusakambangan, Itu hoaks |
|
|---|
| Gubernur Babel Hidayat Arsani Sebut Koperasi Desa Jadi Penggerak Ekonomi Berbasis Potensi Lokal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20221004-hujan.jpg)