Jumat, 12 Juni 2026

Berita Bangka Selatan

8 Tim Disebar di Kecamatan, Periksa Sapi dan Kambing di Bangka Selatan, Pastikan Layak Konsumsi 

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban.

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Rusaidah
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
HEWAN TERNAK – Beberapa ekor sapi yang siap untuk menjadi hewan kurban di kandang peternakan sapi milik Dodo di Desa Gadung, Kecamatan Toboali, Kamis (21/5/2026). Pemerintah daerah terus memastikan kesehatan hewan ternak sebelum dijadikan sebagai hewan kurban. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban melalui pembentukan delapan tim pemeriksa yang disebar di seluruh kecamatan. 

Tim tersebut mulai bekerja sejak satu bulan terakhir untuk memastikan sapi dan kambing yang dijual masyarakat maupun pedagang dalam kondisi sehat dan layak konsumsi. 

Pengawasan dilakukan sejak hewan masih berada di kandang hingga proses pemotongan berlangsung guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular dan temuan daging tidak layak konsumsi.

Baca juga: Sering Dibuntuti dan Diteror Suami saat Proses Cerai, Wanita di Sungailiat Lapor Polres Bangka

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Nurudin mengatakan, 8 tim tersebut ditempatkan di delapan kecamatan yang ada untuk melakukan pemantauan rutin terhadap hewan kurban milik peternak maupun pedagang. 

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari kondisi fisik hingga kesehatan hewan sebelum dipotong. 

Petugas juga mendata lokasi penjualan dan kandang ternak yang menjadi pusat distribusi hewan kurban menjelang Iduladha.

“Sejak satu bulan yang lalu kami sudah membentuk sebanyak delapan tim untuk memantau kondisi ternak yang diposisikan untuk menjadi hewan kurban, baik sapi maupun kambing,” kata dia kepada Bangkapos.com, Kamis (21/5/2026).

PERIKSA HEWAN – Petugas kesehatan hewan dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan ketika melakukan pemeriksaan kesehatan hewan milik peternak di Desa Gadung, Kamis (21/5/2026). Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan tersebut layak dikonsumsi.
PERIKSA HEWAN – Petugas kesehatan hewan dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan ketika melakukan pemeriksaan kesehatan hewan milik peternak di Desa Gadung, Kamis (21/5/2026). Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan tersebut layak dikonsumsi. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Nurudin membeberkan, pemeriksaan ante mortem menjadi tahap awal yang paling penting dalam memastikan kesehatan hewan kurban sebelum disembelih. 

Pemeriksaan tersebut mencakup pengecekan usia hewan, kondisi gigi, hingga deteksi penyakit seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), flu, antraks, dan penyakit menular lainnya. 

Selain itu, petugas turut memeriksa tanda-tanda cacat fisik yang dapat mempengaruhi kualitas hewan kurban

Pengecekan juga dilakukan terhadap nafsu makan dan minum hewan untuk memastikan kondisi fisiknya benar-benar sehat.

Baca juga: Nelayan Resah Aktivitas Ponton Selam di Laut Enjel, 5 Pekerja Tambang dan 1 Oknum Wartawan Diamankan

Menurutnya, kondisi fisik hewan menjadi indikator utama dalam menentukan kelayakan konsumsi daging kurban oleh masyarakat. 

Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara detail agar hewan yang dipotong tidak membawa penyakit berbahaya maupun gangguan kesehatan lain yang bisa merugikan masyarakat. 

Petugas juga memastikan hewan memiliki bobot dan kondisi tubuh yang normal sebelum dinyatakan layak kurban.

“Fungsi fisik dinilai sangat penting guna menentukan hewan tersebut sehat atau tidak serta layak dikonsumsi,” beber Nurudin.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved