Berita Bangka Selatan
8 Tim Disebar di Kecamatan, Periksa Sapi dan Kambing di Bangka Selatan, Pastikan Layak Konsumsi
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban.
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Rusaidah
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban melalui pembentukan delapan tim pemeriksa yang disebar di seluruh kecamatan.
Tim tersebut mulai bekerja sejak satu bulan terakhir untuk memastikan sapi dan kambing yang dijual masyarakat maupun pedagang dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
Pengawasan dilakukan sejak hewan masih berada di kandang hingga proses pemotongan berlangsung guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular dan temuan daging tidak layak konsumsi.
Baca juga: Sering Dibuntuti dan Diteror Suami saat Proses Cerai, Wanita di Sungailiat Lapor Polres Bangka
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Nurudin mengatakan, 8 tim tersebut ditempatkan di delapan kecamatan yang ada untuk melakukan pemantauan rutin terhadap hewan kurban milik peternak maupun pedagang.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari kondisi fisik hingga kesehatan hewan sebelum dipotong.
Petugas juga mendata lokasi penjualan dan kandang ternak yang menjadi pusat distribusi hewan kurban menjelang Iduladha.
“Sejak satu bulan yang lalu kami sudah membentuk sebanyak delapan tim untuk memantau kondisi ternak yang diposisikan untuk menjadi hewan kurban, baik sapi maupun kambing,” kata dia kepada Bangkapos.com, Kamis (21/5/2026).
Nurudin membeberkan, pemeriksaan ante mortem menjadi tahap awal yang paling penting dalam memastikan kesehatan hewan kurban sebelum disembelih.
Pemeriksaan tersebut mencakup pengecekan usia hewan, kondisi gigi, hingga deteksi penyakit seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), flu, antraks, dan penyakit menular lainnya.
Selain itu, petugas turut memeriksa tanda-tanda cacat fisik yang dapat mempengaruhi kualitas hewan kurban.
Pengecekan juga dilakukan terhadap nafsu makan dan minum hewan untuk memastikan kondisi fisiknya benar-benar sehat.
Baca juga: Nelayan Resah Aktivitas Ponton Selam di Laut Enjel, 5 Pekerja Tambang dan 1 Oknum Wartawan Diamankan
Menurutnya, kondisi fisik hewan menjadi indikator utama dalam menentukan kelayakan konsumsi daging kurban oleh masyarakat.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara detail agar hewan yang dipotong tidak membawa penyakit berbahaya maupun gangguan kesehatan lain yang bisa merugikan masyarakat.
Petugas juga memastikan hewan memiliki bobot dan kondisi tubuh yang normal sebelum dinyatakan layak kurban.
“Fungsi fisik dinilai sangat penting guna menentukan hewan tersebut sehat atau tidak serta layak dikonsumsi,” beber Nurudin.
| Jurnalis Bangkapos Diintimidasi Saat Liput Penurunan Baliho Disegel di Bangka Selatan |
|
|---|
| Tiga SPPG di Bangka Selatan Hentikan Operasional, 8.181 Penerima Manfaat Terdampak |
|
|---|
| Pemkab Basel Siapkan Rp3 Miliar, Ribuan Siswa Baru Terima Perlengkapan Sekolah Gratis |
|
|---|
| Gegara Dana Belum Cair, SPPG Toboali Teladan Tak Beroperasi, Program MBG Terhenti |
|
|---|
| KUR BRI Hidupkan Kembali Kebun Sawit Samsul dari Pupuk hingga Bibit untuk Masa Depan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260521-HEWAN-KURBAN4.jpg)