Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Bangka Belitung

Ketua Komisi II DPRD Babel Soroti Turunnya Harga TBS Sawit Petani

Ketua Komisi II DPRD Babel, Doddy Kusdian, menyesalkan turunnya harga TBS kelapa sawit di tingkat petani. Ia meminta perusahaan sawit ...

Tayang:
Bangkapos.com/Riki Pratama/Riki Pratama
Ketua Komisi II DPRD Babel Doddy Kusdian 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel), Doddy Kusdian, menyayangkan turunnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang terjadi saat ini.

Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera itu, harga TBS tidak boleh sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar tanpa adanya pengendalian yang bijak.

Doddy menilai komoditas sawit memiliki kaitan erat dengan program ketahanan energi nasional, sehingga stabilitas harga harus menjadi perhatian bersama.

"Kita berharap perusahaan kelapa sawit dapat lebih bijaksana dalam menentukan harga TBS di tingkat petani. Apa gunanya penetapan harga TBS setiap dua pekan kalau pada kenyataannya tidak ditaati,"kata Ketua Komisi II DPRD Babel Doddy Kusdian, kepada Bangkapos.com, Jumat (22/5/2026).

Dikatakannya, dalam penetapan harga TBS kelapa sawit  sudah ada perhitungan dan data yang jelas. Sehingga perusahaan tidak bisa semena-mena menurunkan harga sawit masyarakat dengan apapun alasanya.

Baca juga: DPKP Babel Ungkap Penyebab Turunnya Harga TBS Kelapa Sawit

"Jadi tidak bisa semena-mena menurunkan harga dari masyarakat, kami harapkan ketika  dibahas sama-sama, para pengusaha tidak serta mereta menurunkan. Terlepas dari permasalahan apa.? harus diperhatikan, ini bicara ketahanan energi, buat apa. Kalau tidak diikuti pengendalian harga," kata Doddy.

Ia berharap seluruh unsur, baik pemerintah maupun perusahaan sawit, duduk bersama dalam membahas persoalan tersebut.

"Harga TBS jangan diturunkan sepihak oleh pengusaha. Petani juga harus merasakan ketenangan dan kepastian, karena bicara ketahanan energi, buat apa, apabila tidak diikuti pengendalaian harga," keluhnya.

Dia menjelaskan, saat ini Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki kekuatan besar di sektor sawit dan ketahanan energi. Karena itu, kebijakan pemerintah pusat maupun daerah harus sejalan dalam menjaga stabilitas harga sawit. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved