Kamis, 28 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Lapas Pangkalpinang Latih Warga Binaan Olah Nanas Jadi Dodol dan Sari Buah

Lapas Kelas IIA Pangkalpinang menggelar pelatihan pengolahan nanas menjadi sari buah dan dodol bagi warga binaan dan masyarakat...

Tayang:
Istimewa/ dok Lapas Kelas II A Pangkalpinang
Lapas Kelas II A Pangkalpinang menggelar pelatihan pengolahan hasil pertanian nanas menjadi sari buah dan dodol, bagi Warga Binaan dan masyarakat, Sabtu (23/5/2026). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Lapas Kelas IIA Pangkalpinang terus memperkuat pembinaan kemandirian melalui Program Kelurahan Binaan, dengan menggelar pelatihan pengolahan hasil pertanian nanas menjadi sari buah dan dodol bagi Warga Binaan dan masyarakat, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai jual komoditas lokal, sekaligus membekali keterampilan wirausaha nyata guna mendukung kemandirian ekonomi.

Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, mengatakan pelatihan ini diharapkan menjadi bekal keterampilan bagi Warga Binaan dan masyarakat untuk membangun usaha mandiri serta mengembangkan potensi komoditas lokal seperti nanas Tuatunu agar bernilai ekonomi.

“Pelatihan ini bukan hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga membangun semangat kerja. Dengan dukungan pemerintah daerah, potensi ekonomi masyarakat diharapkan terus tumbuh dan membawa keberkahan,” ujar Sugeng.

Sugeng menambahkan, pelatihan ini merupakan langkah awal untuk mendorong pengembangan produk olahan nanas dan turunannya agar memiliki nilai tambah serta dapat dikembangkan bersama komoditas lokal lainnya.

“Nanas Tuatunu merupakan potensi khas daerah yang luar biasa. Ke depan, kegiatan ini diharapkan terus berkembang melalui pengolahan komoditas unggulan lokal lainnya, seperti jeruk kunci dan lainnya,” bebernya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pangkalpinang, Mulsa Afrianto, mengungkapkan pelatihan ini merupakan upaya pembinaan kemandirian melalui keterampilan produktif dan peluang usaha dengan dukungan sinergi bersama masyarakat serta pemerintah daerah.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin warga binaan memiliki wawasan usaha yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti, sekaligus mendorong produk olahan ini terus berkembang hingga memiliki branding dan pemasaran yang lebih luas,” ungkap Mulsa. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved