Rabu, 3 Juni 2026

Berita Bangka Selatan

Pemkab Bangka Selatan Telusuri Penyebab Turunnya Harga Sawit Dua Hari Belakangan Ini

Risvandika, mengatakan pemerintah Kabupaten Bangka Selatan tidak tinggal diam menghadapi kondisi turunnya harga sawit yang dirasakan petani

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Hendra
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
TBS SAWIT – Kondisi TBS kelapa sawit milik pengepul di Toboali, Minggu (24/5/2026). Sudah beberapa hari terakhir petani mengalami penurunan harga kelapa sawit. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung berkolaborasi dengan perusahaan turun tangan menelusuri penyebab turunnya harga sawit yang terjadi beberapa hari belakangan ini.

Langkah tersebut dilakukan setelah harga sawit tingkat petani di daerah itu merosot tajam hingga berada di kisaran Rp1.854 sampai Rp1.954 per kilogram.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika, mengatakan pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi kondisi yang dikeluhkan para petani sawit tersebut.

Saat ini pihaknya masih mengumpulkan informasi dari sejumlah pabrik kelapa sawit terkait faktor penyebab penurunan harga yang terjadi secara cepat dalam beberapa hari terakhir.

Selain itu, koordinasi lintas sektor juga dilakukan bersama pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung guna mencari solusi terbaik bagi para petani.

“Kami saat ini sedang koordinasi dengan pihak provinsi untuk mencari solusi hal ini,” ujar dia kepada Bangkapos.com, Minggu (24/5/2026).

Risvandika mengungkapkan, harga sawit di sejumlah pabrik mengalami penurunan signifikan pada Sabtu (23/5/2026). Misalnya, di PT Bumi Sawit Sukses Pratama (BSSP) Kecamatan Simpang Rimba, harga TBS turun dari Rp2.800 menjadi Rp2.400 untuk Tenera dan Rp1.964 untuk Dura atau mengalami penurunan hingga Rp400 per kilogram.

Sementara di PT Mentari Sawit Makmur (MSM) Desa Ranggas, harga sawit turun Rp250 dari Rp2.370 menjadi Rp2.120 per kilogram.

Penurunan harga juga terjadi di PT Tama Buana Jaya (TBJ) Desa Jeriji yang turun Rp100 dari Rp2.300 menjadi Rp2.200 per kilogram.

Kemudian di PT Bangka Agro Plantari (BAP) Desa Bedengung dan PT Bhumi Palmindo Kencana (BPK) Desa Payung, harga sawit masing-masing turun Rp250 dari Rp2.400 menjadi Rp2.150 per kilogram. 

Secara keseluruhan, harga tingkat petani yang sebelumnya masih berada di kisaran Rp2.454 hingga Rp2.554 per kilogram pada Kamis (21/5/2026), kini merosot menjadi Rp1.854 hingga Rp1.954 per kilogram atau turun rata-rata sekitar Rp600 per kilogram dalam dua hari.

“Kami bergerak cepat untuk menelusuri akar permasalahan ke pihak produsen,” jelas Risvandika.

Di sisi lain sambung dia, penurunan harga sawit yang terjadi dalam waktu singkat menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi masyarakat perkebunan.

Mayoritas petani sawit di Bangka Selatan sangat bergantung pada hasil panen untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Karena itu, pemerintah daerah berupaya memastikan persoalan tersebut segera mendapat penanganan agar tidak menimbulkan dampak ekonomi yang lebih luas di tengah masyarakat.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved