Senin, 8 Juni 2026

Berita Bangka

​Bupati Bangka Beri Peringatan Keras ke PKS, Akan Ditindak Secara Hukum Kalau Tak Mendengar

Bupati Bangka, Fery Insani, menegaskan agar pihak perusahaan kelapa sawit bersikap realistis dalam menetapkan harga beli sawit kepada petani

Tayang:
Penulis: Adi Saputra | Editor: Hendra
Bangkapos.com/Adi Saputra
RAKOR HARGA SAWIT-- Bupati Bangka, Fery Insani, saat memimpin rakor di rumdin bupati Bangka, Sabtu (30/5/2026) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Bangka, menanggapi soal rencana akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk memantau perkembangan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani.

Langkah ini diambil guna memastikan adanya transparansi dan keadilan harga yang diterima oleh masyarakat, khususnya petani kelapa sawit di Kabupaten Bangka dan sekitarnya.

Bupati Bangka, Fery Insani, menegaskan agar pihak perusahaan kelapa sawit bersikap realistis dalam menetapkan harga beli sawit kepada petani di Kabupaten Bangka.

Ia menyoroti adanya ketimpangan harga yang cukup jauh, jika dibandingkan dengan wilayah tetangga seperti Belitung, padahal faktor produksi dan harga Crude Palm Oil (CPO) global relatif sama.

"Saya tidak berprasangka buruk (suudzon), tetapi tolong kalau memang harga CPO naik, harga beli TBS-nya juga harus realistis. Di Belitung saja bisa bagus harganya, kenapa di kita jauh sekali perbedaannya? Padahal bibitnya sama, pulau kita sama, dan harga CPO-nya juga sama," kata Fery Insani, Minggu (31/5/2026).

Ia pun memberikan warning atau peringatan keras terhadap Pabrik Kelapa Sawit (PKS), yang beroperasi di Kabupaten Bangka untuk tidak mengabaikan kesejahteraan petani lokal.

Ia menyatakan tidak akan segan-segan mengambil tindakan hukum dan administratif, apabila perusahaan tetap membandel dan mengabaikan petani di Kabupaten Bangka dan sekitarnya.

​"Jangan paksa saya untuk mengambil tindakan tegas, dan saya akan ambil tindakan tegas kalau mereka tidak mau mendengar. Kita akan evaluasi izin-izinnya, terutama bagi perusahaan yang tidak memiliki kebun inti," tegasnya.

Sesuai aturan yang berlaku, setiap perusahaan pengolahan sawit diwajibkan untuk melampirkan bukti kerja sama atau kemitraan dengan kebun plasma/masyarakat pada saat mendirikan pabrik.

​Pemkab Bangka pada dasarnya,  mendukung penuh keberlangsungan dunia usaha dan berkomitmen untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif di daerah. Namun, investasi tersebut harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat sekitar.

​"Semua ini kita lakukan demi menuju tata kelola yang benar. Kita dorong agar perusahaan tetap kondusif dan iklim investasi kita juga kondusif. Cuman, kami minta tolong perhatikan juga harga di tingkat masyarakat," ungkapnya.

Bupati Bangka, Fery Insani didampini Wakil Bupati, Syahbduin, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda),  Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggelar rapat koordinasi dengan perwakilan PKS yang beroperasi di Kabupaten Bangka.

Rakor itu sendiri, membahas persoalan harga TBS kelapa sawit yang beberapa hari terakhir mengalami penurunan sangat dratis dikalangan petani hingga pengepul kelapa sawit. (Bangkapos.com/Adi Saputra).

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved