Selasa, 2 Juni 2026

Berita Belitung

Pasca Dugaan Keracunan Susu Kedelai, Relawan SPPG Desa Air Saga Belitung Ikut Terdampak

Akibat penutupan SPPG ini, sebanyak 44 relawan yang merupakan ibu rumah tangga ikut terdampak kehilangan penghasilan

Tayang:
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Perwakilan relawan SPPG Air Saga Belitung berharap operasional dapur kembali dibuka, Senin (1/6/2026). 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG  -- Pasca dugaan keracunan susu kedelai, SPPG di Desa Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung belum juga beroperasi.

Pemkab Belitung memutuskan menghentikan sementara operasional SPPG Air Saga setelah puluhan siswa SD di Kecamatan Tanjungpandan mengalami pusing dan muntah, diduga usai mengonsumsi susu kedelai dalam menu MBG pada 4 Mei 2026.

Sementara hasil uji laboratorium masih dalam proses

kERACUNAN MBG-- Kepala SD Negeri 7 Tanjungpandan, Asti Ramdaniati memapah muridnya yang akan dibawa ke puskesmas. Puluhan murid sekolah tersebut mengeluh sakit perut, muntah dan pusing diduga usai meminum susu kedelai MBG pada Senin (4/5/2026).
kERACUNAN MBG-- Kepala SD Negeri 7 Tanjungpandan, Asti Ramdaniati memapah muridnya yang akan dibawa ke puskesmas. Puluhan murid sekolah tersebut mengeluh sakit perut, muntah dan pusing diduga usai meminum susu kedelai MBG pada Senin (4/5/2026). (Bangkapos.com/Dede Suhendar)

Akibat penutupan SPPG ini, sebanyak 44 relawan yang merupakan ibu rumah tangga ikut terdampak kehilangan penghasilan.

Satu di antaranya Sulastri, janda anak lima yang merasa kesulitan menghidupi anaknya.

Saking sulitnya, tiga anak yang masih sekolah terpaksa tidak diberi uang jajan karena tidak ada penghasilan.

"Gimana mau kasih jajan, penghasilan sudah jauh berkurang. Jadi saya berharap sekali dapur ini beroperasi lagi," ujar Sulastri pada Senin (1/6/2026).

Wanita berusia 45 tahun itu menuturkan, awalnya bekerja di SPPG Air Saga pada 15 Januari 2026 lalu.

Ia diterima sebagai relawan bagian memasak yang bekerja dari pukul 23.00 WIB sampai selesai.

Semenjak itu, Sulastri mendapatkan penghasilan Rp120 ribu per hari untuk menghidupi anaknya.

"Alhamdulillah kalau dapur masih buka kemarin, ada pengasilan untuk keluarga, untuk anak sekolah," katanya.

Namun, setelah kejadian dugaan keracunan susu kedelai yang menjadi menu pada 4 Mei lalu, SPPG Air Saga disuspend (dihentikan).

Padahal, susu kedelai tersebut bukan diproduksi dari dapur tapi dibeli melalui pihak supplier.

Semenjak itu, Sulastri bersama rekannya tak lagi bekerja karena operasional SPPG berhenti sampai sekarang.

Demi mencukupi kebutuhan keluarga, Sulastri bekerja serabutan.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved