Berita Bangka
Dinkes Bangka Gencarkan Screening Door to Door ke Pantai Batu Atap, Delapan Orang Positif Malaria
Pengecekkan massal terhadap warga di Pantai Batu Atap Kelurahan Remodong Indah, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka
Penulis: Adi Saputra | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka terus bergerak cepat menekan laju penyebaran kasus malaria. Salah satu upaya yang gencar dilakukan adalah melalui kegiatan survei darah massal guna menjaring warga yang terinfeksi malaria, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan tersebutkan melibatkan Dinkes, Satpol PP, Linmas dan perangkat lainnya untuk melakukan pengecekkan massal terhadap warga di Pantai Batu Atap Kelurahan Remodong Indah, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.
Pengecekkan dilakukan dengan cara door to door ke rumah warga, tim dibagi dalam beberapa orang dan menyusuri rumah warga atau pondok di sekitaran pesisir pantai.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2PL) Dinkes Kabupaten Bangka, Anggia Murni mengungkapkan tim medis di lapangan menerapkan strategi jemput bola dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga atau door to door.
"Survei darah massal atau bisa disebut juga screening malaria. Di Pantai Batu Atap ini, semua rumah kami periksa satu per satu secara door-to-door," kata Anggia kepada Bangkapos.com saat ditemui dilokasi.
Dalam pelaksanaan screening siklus kedua di Dusun Bubus, tim Dinkes Bangka berhasil memeriksa sebanyak 99 warga yang menjadi sasaran utama. Dari total pemeriksaan dilakukan tim, ditemukan adanya sampel darah yang menunjukkan hasil positif malaria.
"Dari 99 sasaran yang sudah kita periksa, didapatkan 8 orang yang positif malaria dan 91 orang negatif. Warga yang positif langsung hari itu juga kita berikan pengobatan," jelasnya.
Kendati demikian, Anggia mengakui bahwa cakupan pemeriksaan di wilayah belum sepenuhnya rampung 100 persen. Hal ini dikarenakan kendala mobilitas warga setempat yang mayoritas bekerja sebagai penambang.
"Memang belum semuanya (diperiksa), karena para kepala keluarganya masih menambang atau pergi bekerja. Jadi, besok kita rencanakan datang kesini lagi dan sudah berkoordinasi dengan ketua RT setempat," ucapnya.
"Kita rencananya juga akan ke Pantai Bubus, jadi setelah di Pantai Batu Atap kita lanjut ke penambang di Pantai Bubus karena dua wilayah ini kemarin kita temukan," sambungnya.
Anggia menambahkan, selain dari hasil screening massal, lonjakan kasus juga diketahui dari laporan warga yang berobat mandiri.
Beberapa warga yang awalnya tidak terdeteksi melalui alat Rapid Diagnostic Test (RDT) di lapangan, mulai merasakan gejala sakit selang beberapa hari kemudian.
Mereka lantas berobat ke Puskesmas, klinik swasta hingga Rumah Sakit. Saat ini total akumulasi kasus positif malaria di Kabupaten Bangka telah menembus angka 92 kasus.
"Total saat ini 92 kasus positif malaria data kemarin di Kabupaten Bangka, Kasus ini tersebar di beberapa wilayah kerja Puskesmas, mulai dari Pemali hingga wilayah kerja Puskesmas Riau Silip. Namun, kasus paling banyak sejauh ini terkonsentrasi di Kecamatan Belinyu, khususnya di kawasan Batu Atap dan Dusun Bubus," jelas Anggia.
Berikut Data Dinkes Bangka data pasien malaria :
| Wabah Malaria Menghantui Kawasan Pantai Batu Atap Bangka, Warga Waswas dan Takut Keluar Rumah |
|
|---|
| Pendaftaran SPMB 2026 Resmi Dibuka, Simak Tahapan dan Persentase Jalurnya |
|
|---|
| Kisah Asep dan Sisa Hidup yang Bertumpu pada Satu Lengan |
|
|---|
| Harga Sawit di Bangka Mulai Bergerak Naik, Pemkab Bentuk Satgas dan Ultimatum PKS soal TBS Petani |
|
|---|
| Daftar Harga Sawit Terbaru di 9 Pabrik Kabupaten Bangka Setelah Sempat Anjlok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260602-Tim-Dinkes-Bangka.jpg)