Kamis, 4 Juni 2026

Wabah Malaria di Pesisir Bangka

Warga Takut Keluar Rumah, Wabah Malaria Hantui Pesisir Belinyu

Wabah malaria menghantui warga pesisir Pantai Batu Atap dan Pantai Bubus, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.

Tayang:
Penulis: Adi Saputra | Editor: Fitriadi
Bangkapos.com/Adi Saputra
WARGA PESISIR - Suasana tempat tinggal warga pesisir Pantai Batu Atap Kelurahan Remodong Indah, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (2/6/2026). Warga setempat kini dihantui wabah malaria. 

Langkah tersebut diambil untuk mempercepat penanganan sekaligus memutus rantai penularan.

Bupati Bangka Fery Insani mengingatkan bahwa daerah tersebut sebenarnya telah memperoleh status eliminasi malaria sejak 2014.

“Dulu kita sudah eliminasi malaria, tahun 2014 kita sudah dinyatakan zero malaria. Tiba-tiba muncul puluhan kasus, tentu ini menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Lonjakan kasus diduga dipengaruhi mobilitas penduduk dan aktivitas masyarakat di kawasan pesisir.

Banyak warga tinggal di hunian sementara yang rentan terhadap gigitan nyamuk pembawa malaria.

Selain itu, kondisi cuaca yang berubah-ubah turut meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari pengasapan (fogging), pemeriksaan kesehatan massal, hingga penyediaan stok obat malaria.

Pemerintah juga memastikan seluruh biaya pengobatan pasien malaria ditanggung sepenuhnya.

Survei Darah Massal

Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka terus menggencarkan survei darah massal untuk menemukan kasus secara dini.

Kegiatan yang melibatkan Dinkes, Satpol PP, Linmas, serta perangkat daerah lainnya itu dilakukan dengan metode jemput bola dari rumah ke rumah di kawasan Pantai Batu Atap.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bangka, Anggia Murni, mengatakan seluruh rumah warga diperiksa untuk memastikan penyebaran penyakit dapat segera dikendalikan.

“Survei darah massal atau screening malaria dilakukan secara door to door. Semua rumah kami datangi dan diperiksa satu per satu,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan screening siklus kedua di Dusun Bubus, tim berhasil memeriksa 99 warga. Hasilnya, delapan orang dinyatakan positif malaria dan langsung mendapatkan pengobatan, sementara 91 warga lainnya negatif.

“Warga yang positif langsung diberikan obat pada hari yang sama,” kata Anggia.

Sumber: bangkapos
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved