Senin, 8 Juni 2026

Berita Bangka Tengah

Pemkab Bangka Tengah Gelar Coaching Clinic KAK dan Sosialisasi Pemanfaatan DTSEN

Sekda Ahmad Syarifullah menyebut pemanfaatan DTSEN menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan tata kelola pemerintahan dan

Tayang:
Penulis: Rifqi Nugroho | Editor: Hendra
Istimewa/Diskominfosta Bangka Tengah.
Agenda Raker Coaching Clinic Penyusunan Kerangka Acuan Kerja dan Sosialisasi SOP Pemanfaatan DTSEN yang berlangsung di ruang VIP Kantor Bupati Bangka Tengah, pada Rabu (3/6/2026). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah menggelar Rapat Kerja (Raker) Coaching Clinic Penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) serta Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), Rabu (3/6/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Bidang Statistik Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Bangka Tengah bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Bangka Tengah ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Ahmad Syarifullah Nizam.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Ahmad Syarifullah menyebut pemanfaatan DTSEN menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan tata kelola pemerintahan dan pembangunan, terutama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Data menjadi salah satu faktor utama berhasil atau tidaknya kita mencapai tujuan pembangunan. Kita memandang bahwa data merupakan kekuatan yang strategis,” sebutnya.

Ia menerangkan, sebagai tindak lanjut, Pemkab Bangka Tengah juga telah mengembangkan inovasi SIKOK DATA sebagai ruang integrasi data di wilayahnya.

“Melalui semangat Perpres Nomor 39 tentang Satu Data Indonesia, Kabupaten Bangka Tengah kini telah mengintegrasikannya ke dalam program inovasi daerah, yakni SIKOK DATA,” tambahnya.

Di sisi lain, ia menjelaskan kehadiran DTSEN menjadi solusi atas tiga persoalan krusial dalam penyaluran bantuan sosial yang langsung menyentuh masyarakat.

Terutama agar bantuan yang disalurkan lebih tepat sasaran dengan meminimalisasi kekeliruan pemberian bantuan kepada warga mampu serta menjangkau masyarakat miskin yang benar-benar membutuhkan.

“Artinya bebas data ganda, karena mengintegrasikan data lintas instansi menjadi satu induk data tunggal, serta mempercepat penyaluran dengan memangkas birokrasi sehingga bantuan dapat tersalurkan secara cepat dan transparan,” tutupnya.

(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved