Jumat, 5 Juni 2026

Dialog Ruang Berdaya

Membaca Masa Depan Gen Z, Memperkuat Minat Baca Babel, dalam Tranformasi Perpustakaan di Era Digital

Program ruang berdaya, mengangkat tema membaca masa depan Gen Z, memperkuat minat baca Babel, dalam tranformasi Perpustakaan di era digital.

Tayang:
Penulis: Riki Pratama | Editor: Hendra
Istimewa/Tim Video Bapos.
DIALOG RUANG BERDAYA--Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Babel, Harpin, dan Wakil Ketua Komisi I DPRD Babel, Mulyadi, menjadi narasumber pada Dialog Ruang Berdaya, pada Kamis (4/6/2026) di Perpustakaan Provinsi Bangka Belitung. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Podcast Ruang Berdaya kembali menghadirkan informasi-informasi menarik ke masyarakat Bangka Belitung.

Kali ini, program ruang berdaya, mengangkat tema membaca masa depan Gen Z, memperkuat minat baca Babel, dalam tranformasi Perpustakaan di era digital.

Dialog dilakukan pada Kamis (4/6/2026) di Perpustakaan Provinsi Bangka Belitung.

Dialog itu, dipandu langsung oleh Jurnalis Bangka Pos Andini Dwi Hasanah.

Dengan narasumber Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Babel, Harpin, dan Wakil Ketua Komisi I DPRD Babel, Mulyadi.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Babel, Harpin, mengatakan, melihat minat baca mengacu pada 2024 untuk Provinsi Babel minat bacanya tertinggi se Indonesia urutan kedua. 

"Minat baca ini secara indikator ada namanya indeks pembangunan literasi masyarakat (IPLM), kemudian ada tingkat kegemaran membaca. Kebetulan di 2024, kita itu tingkat Indeks 82 koma sekian sudah berada di peringkat kedua seluruh Indonesia dan tingkat kegemaran membaca (TKM) kategori baik," kata Harpin.

Ia menjelaskan, pada 2025 terjadi perubahan formulasi penghitungan sehingga seluruh provinsi di Indonesia menggunakan angka awal yang awal, menyebabkan indikator IPLM dan TKM mengalami perubahan yang cukup signifikan.

"Sementara kalau dihubungkan dengan generasi Gen Z, berdasarkan data sensus untuk Babel, persentase 25 persen dari jumlah penduduk di Babel, di usia 13-28 tahun dikategorikan Gen Z," katanya.

Ia mengatakan, berdasarkan data jumlah pengunjung Perpustakaan Babel pada 2025 mencapai 2.225 orang. Sementara hingga Juni 2026, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 1.625 orang, yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA.

"Kalau pada era digital ini tidak dipungkiri bahwa tantangan kedepan dengan adahnya teknologi informasi, handphone, apalagi ada AI. Tentunya kita juga melakukan antisipasi dampak negatif ditimbulkan, kita ada namanya e-book meningkatkan minat baca dari para Gen-Z," ungkapnya.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan digitalisasi layanan perpustakaan melalui penyediaan buku elektronik (e-book) yang dapat diakses melalui aplikasi E-Pusda Babel yang tersedia di Play Store. 

"Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mencari informasi dan membaca berbagai koleksi e-book hasil kerja sama dengan Gramedia," katanya.

Dia menyampaikan, pada 2026, kerja sama penyediaan e-book tersebut kembali diperpanjang untuk memperluas akses layanan literasi digital bagi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Babel, Mulyadi, mengatakan, tantangan peningkatan minat baca saat ini cukup besar, terutama pada generasi Z yang lahir sekitar 1997 hingga 2012. 

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved