Selasa, 9 Juni 2026

Wabah Malaria di Pesisir Bangka

Bangka Perpanjang Status KLB Malaria

Lonjakan kasus malaria di Kecamatan Belinyu membuat Pemerintah Kabupaten Bangka memperpanjang status Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Istimewa/ Satpol PP Bangka
CEK KESEHATAN -- Timgab Dinkes dan Satpol PP Kabupaten Bangka saat mendatangi kawasan Pantai Batu Atap dan Pantai Bubus Kecamatan Belinyu untuk dilakukan cek kesehatan setelah ditemukan kejadian luar biasa (KLB) malaria, Rabu (3/6/2026). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Lonjakan kasus malaria di Kecamatan Belinyu membuat Pemerintah Kabupaten Bangka memperpanjang status Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria.

Keputusan itu diambil setelah hasil pemeriksaan lanjutan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka menemukan penambahan kasus yang cukup signifikan di kawasan Pantai Batu Atap dan Pantai Bubus.

Dua lokasi tersebut kini menjadi fokus utama penanganan sekaligus pengawasan karena menjadi episentrum penyebaran malaria.

Baca juga: Warga Takut Keluar Rumah, Wabah Malaria Hantui Pesisir Belinyu

Pemerintah daerah terus melakukan skrining terhadap warga dan penambang pasir timah yang beraktivitas di kawasan tersebut guna mempercepat deteksi dan penanganan kasus.

MALARIA -- Suasana tempat tinggal warga di Pantai Batu Atap Kelurahan Remodong Indah, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Selasa (2/6/2026)
MALARIA -- Suasana tempat tinggal warga di Pantai Batu Atap Kelurahan Remodong Indah, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Selasa (2/6/2026) (Bangkapos.com/Adi Saputra)

“Mengingat adanya penambahan pasien secara signifikan, kami memutuskan untuk memperpanjang masa penetapan KLB malaria ini,” kata Bupati Bangka, Fery Insani, Jumat (5/6/2026).

Baca juga: Kolong Bekas Tambang Bagian dari Ekosistem Malaria

Berdasarkan data terbaru, jumlah warga yang terkonfirmasi malaria mencapai 107 orang.

Sebagian pasien telah dinyatakan sembuh, sementara lainnya masih menjalani perawatan dan pemantauan medis.

“Iya, sampai saat ini 107 orang terkena malaria. Itu pun sudah ada yang sembuh atau masih menjalani perawatan medis setelah dicek positif malaria,” ujarnya.

Posko Pengawasan

CEK KESEHATAN - Tim gabungan Dinkes dan Satpol PP Kabupaten Bangka saat melakukan pengecekan kesehatan terhadap warga yang bermukim di pesisir Pantai Batu Atap dan Pantai Bubus, Kecamatan Belinyu, Rabu (3/6/2026). Pengecekan ini terkait merebaknya kasus malaria di wilayah setempat.
CEK KESEHATAN - Tim gabungan Dinkes dan Satpol PP Kabupaten Bangka saat melakukan pengecekan kesehatan terhadap warga yang bermukim di pesisir Pantai Batu Atap dan Pantai Bubus, Kecamatan Belinyu, Rabu (3/6/2026). Pengecekan ini terkait merebaknya kasus malaria di wilayah setempat. (Istimewa/ Satpol PP Bangka)

Untuk mengendalikan penyebaran penyakit, Pemkab Bangka tetap mengoperasikan posko kesehatan dan pengawasan di kawasan terdampak.

Posko tersebut berfungsi mempercepat pemeriksaan kesehatan, skrining dini, serta pemantauan perkembangan kasus di lapangan.

Pengawasan mobilitas penduduk juga diperketat guna mencegah penyebaran malaria ke wilayah lain.

Pemeriksaan dilakukan di jalur keluar-masuk kawasan rawan, terutama di sekitar Pantai Batu Atap dan Pantai Bubus.

“Kami memperketat pemeriksaan di jalur keluar-masuk kawasan rawan, khususnya di wilayah Batu Atap dan Pantai Bubus. Pengawasan intensif akan diberlakukan bagi setiap warga maupun pendatang yang melintasi kedua titik tersebut,” tegas Fery.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memutus rantai penularan sekaligus mencegah munculnya kasus baru di luar Kecamatan Belinyu

Pemerintah berharap deteksi dini dapat berjalan lebih cepat sehingga penanganan pasien menjadi lebih efektif.

Fery juga mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas.

“Harapan kita semua masyarakat yang terkena malaria cepat sembuh, tetap jaga kesehatan dan selalu waspada dalam melakukan aktivitas,” katanya.

Kewaspadaan Dini

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berupaya mempertahankan status eliminasi malaria yang diperoleh sejak 2015.

Meski selama dua tahun terakhir tidak ditemukan kasus malaria, kewaspadaan tetap diperketat untuk mencegah masuknya kasus dari luar daerah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKPPKB Bangka Selatan, Slamet Wahidin, mengatakan pengawasan difokuskan pada pendatang dari wilayah yang masih menjadi kantong penularan malaria.

“Kabupaten Bangka Selatan sudah mendapatkan sertifikat bebas malaria pada tahun 2015 dan sampai saat ini terus kami pertahankan,” ujar Slamet.

Menurut dia, salah satu langkah utama yang dilakukan adalah memperkuat surveilans migrasi.

Setiap penduduk yang datang dari daerah endemis malaria akan menjalani skrining untuk mendeteksi kemungkinan adanya kasus impor.

“Kami tetap melakukan skrining melalui surveilans migrasi terhadap penduduk yang datang dari daerah yang masih terdapat malaria,” katanya.

Selain memantau mobilitas penduduk, pemerintah juga terus memetakan wilayah yang berpotensi menjadi habitat nyamuk penular malaria, seperti kawasan rawa, daerah dengan banyak genangan air, dan wilayah pertambangan.

“Daerah yang rentan malaria umumnya berada di kawasan rawa dan wilayah yang memiliki banyak genangan air karena nyamuk berkembang di tempat tersebut,” jelasnya.

Seluruh puskesmas diminta meningkatkan kewaspadaan dini terhadap kelompok masyarakat berisiko tinggi, seperti pekerja tambang, nelayan, pekerja perkebunan, dan pekerja musiman.

Masyarakat juga diimbau menggunakan kelambu, repelen, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala yang mengarah pada malaria.

“Kami terus mendorong keterlibatan masyarakat karena pencegahan malaria akan lebih efektif jika dilakukan secara bersama-sama,” pungkas Slamet.

Keberhasilan Bangka Selatan mempertahankan nol kasus malaria selama dua tahun terakhir menunjukkan bahwa kewaspadaan, deteksi dini, dan partisipasi masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga daerah tetap bebas dari penyakit tersebut. (v1/u1)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved