Jumat, 5 Juni 2026

Wabah Malaria di Pesisir Bangka

Kasus Malaria di Belinyu Bangka Tembus 107 Orang, Warga Mulai Cemas

LKasus malaria di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Hingga kini sudah 107 orang terserang malaria.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Adi Saputra | Editor: Fitriadi
Istimewa/ Satpol PP Bangka
CEK KESEHATAN - Tim gabungan Dinkes dan Satpol PP Kabupaten Bangka saat melakukan pengecekan kesehatan terhadap warga yang bermukim di pesisir Pantai Batu Atap dan Pantai Bubus, Kecamatan Belinyu, Rabu (3/6/2026). Pengecekan ini terkait merebaknya kasus malaria di wilayah setempat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Lonjakan kasus malaria di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Hasil pemeriksaan terbaru yang dilakukan tim gabungan Dinas Kesehatan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka kembali menemukan empat penambang timah positif malaria di kawasan Pantai Batu Atap dan Pantai Bubus.

Temuan baru tersebut menambah jumlah penderita malaria di Kabupaten Bangka menjadi 107 orang hingga Rabu (3/6/2026).

Angka itu meningkat dibandingkan pekan-pekan sebelumnya dan menegaskan bahwa penyebaran penyakit yang sempat dieliminasi dari Bangka kini menjadi ancaman serius, khususnya di wilayah pesisir Belinyu.

Tim gabungan kembali turun ke lapangan pada Rabu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para penambang dan warga yang bermukim di sekitar lokasi tambang.

Baca juga: Warga Takut Keluar Rumah, Wabah Malaria Hantui Pesisir Belinyu

Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari upaya menemukan kasus secara dini sekaligus memutus rantai penularan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bangka, Anggia Murni, mengatakan sebanyak 29 orang diperiksa di Pantai Batu Atap dan dua di antaranya dinyatakan positif malaria.

Baca juga: Kolong Bekas Tambang Bagian dari Ekosistem Malaria

Sementara di Pantai Bubus, dari 107 orang yang menjalani pemeriksaan, dua orang juga terkonfirmasi terinfeksi.

“Iya, kemarin kami turun lagi ke Pantai Batu Atap dan Pantai Bubus. Di Batu Atap diperiksa 29 orang dan dua positif malaria, sedangkan di Bubus diperiksa 107 orang dan dua orang positif,” kata Anggia, Kamis (4/6/2026).

Menurut dia, tambahan empat kasus tersebut membuat jumlah penderita malaria yang tercatat di Kabupaten Bangka terus bertambah.

Dari total kasus yang ditemukan, sebagian masih menjalani perawatan baik rawat inap maupun rawat jalan.

“Sampai saat ini jumlah warga yang terkena malaria sebanyak 107 orang. Yang menjalani rawat inap masih dalam masa pengobatan sekitar 50 orang, sedangkan yang telah selesai menjalani perawatan sebanyak 49 orang,” ujarnya.

Dinas Kesehatan terus melakukan survei darah massal di kawasan pesisir yang menjadi pusat penyebaran kasus. Sebelumnya, pemeriksaan door to door di Dusun Bubus juga menemukan delapan warga positif malaria dari 99 orang yang diperiksa.
Peningkatan kasus malaria membuat Pemerintah Kabupaten Bangka menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Bupati Bangka Fery Insani mengingatkan bahwa daerah tersebut sebenarnya telah menyandang status eliminasi malaria sejak 2014.

“Dulu kita sudah eliminasi malaria. Tahun 2014 kita dinyatakan zero malaria. Tiba-tiba muncul puluhan kasus, tentu ini menjadi perhatian serius,” kata Fery.

Warga Cemas

Sumber: bangkapos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved