Inilah Ucapan Purbaya Yudhi Sadewa Soal Tuntutan 17+8 Berujung Didemo Mahasiswa agar Menkeu Dicopot

Ucapan Purbaya Yudhi Sadewa soal tuntutan 17+8 yang blunder itu adalah saat ia menyebut tuntutan tersebut hanya suara sebagian kecil rakyat saja.

Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Kolaset Tribunnews/Rizki Sandi, Youtube/Liputan6
BLUNDER - Baru sehari menjabat, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sudah blunder gegara ucapannya. Ucapan Purbaya Yudhi Sadewa soal tuntutan 17+8 yang blunder itu adalah saat ia menyebut tuntutan tersebut hanya suara sebagian kecil rakyat saja. Gegara ucapan tersebut, sejumlah mahasiswa berdemo meminta agar Menkeu dicopot. 

BANGKAPOS.COM - Baru sehari menjabat, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sudah blunder gegara ucapannya.

Ucapan Purbaya Yudhi Sadewa soal tuntutan 17+8 yang blunder itu adalah saat ia menyebut tuntutan tersebut hanya suara sebagian kecil rakyat saja.

Uucapan Purbaya Yudhi Sadewa ini ia sampaikan saat  menjawab pertanyaan wartawan soal tuntutan 17+8.

Dia menyebut bahwa itu hanya keluhan sebagian kecil orang.

"Saya belum mempelajari itu. Tapi basically begini, itu kan suara sebagian kecil rakyat kita. Kenapa ?, mungkin sebagian ngerasa keganggu hidupnya masih kurang ya," kata Yudhi dikutip dari Kompas TV.

"Once saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6 persen 7 persen itu akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo," imbuhnya.

Langsung Minta Maaf

Saat serah terima jabatan dengan Sri Mulyani, Selasa (9/9/2025), Yudhi mengklarifikasi soal ucapannya sebelumnya.

Yudhi juga meminta maaf atas ucapannya tersebut.

Bahkan Yudhi sampai ditegur oleh Sri Mulyani disebut gayanya koboy sejak awal menjabat Menkeu.

"Ini kan saya masih pejabat baru di sini, menterinya juga menteri kagetan. Jadi kalau ngomong katanya kalau kata Bu Sri Mulyani gayanya koboy," katanya.

"Waktu di LPS sih enggak ada yang monitor, jadi saya tenang. Ternyata di keuangan beda, salah ngomong sedikit pelintir sana sini. Jadi saya kemarin kalau ada kesalahan saya mohon maaf, ke depan akan lebih baik lagi," imbuh Yudhi.

Yudhi mengaku bahwa dirinya juga siap dikritik habis-habisan.

Namun saat ini, dia baru menjabat sehingga dia meminta waktu agar dia bisa bekerja maksimal.

"Saya baru di sini, yang jelas saya akan berusaha semaksimal mungkin, nanti minta juga petunjuk Ibu Sri Mulyani supaya kebijakan fiskal kita bisa bagus dan ekonomi secara keseluruhan bisa tumbuh lebih baik lagi," katanya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved