Minggu, 19 April 2026

Sosok Rahmansyah Sibarani eks Wakil Ketua DPRD Lempari Pendemo dengan Batu, Ini Klarifikasinya

Video Rahmansyah Sibarani lempari pendemo di Tapanuli Tengah viral. Eks Wakil Ketua DPRD Sumut klarifikasi, mengaku dilempari lebih dulu.

|
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Istimewa via Tribunmedan.com
LEMPAR BATU - Eks Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani terekam kamera ikut melempar batu saat kerusuhan di depan rumah adiknya, Bakhtiar Sibarani, Jumat (31/10/2025). (ISTIMEWA) 

Ringkasan Berita:
  • Mantan Wakil Ketua DPRD Sumut, Rahmansyah Sibarani, terekam melempari pendemo di Tapanuli Tengah.
  • Ia membantah memicu kericuhan dan menjelaskan bahwa dirinya dilempari lebih dulu saat berusaha melerai massa.
  • Rahmansyah menyebut video yang viral hanya menampilkan sebagian kejadian tanpa konteks lengkap.

BANGKAPOS.COM--Mantan Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Rahmansyah Sibarani, menjadi sorotan publik setelah terekam kamera melempar batu ke arah massa demonstran di Jalan Raja Junjungan Lubis, Desa Sibuluan Baru, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (31/10/2025).

Dalam video yang viral di media sosial, terlihat Rahmansyah mengenakan baju hijau, mengambil batu, lalu melemparkannya ke arah kelompok massa yang sedang berunjuk rasa menyoroti mangkraknya proyek pembangunan Kantor Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng).

Kericuhan terjadi ketika rombongan demonstran tengah melakukan longmarch menuju kantor DPRD Tapteng dan melintas di depan rumah mantan Bupati Tapteng, Bachtiar Ahmad Sibarani, yang diketahui merupakan adik kandung Rahmansyah.

Klarifikasi Rahmansyah Sibarani

Menanggapi video viral tersebut, Rahmansyah memberikan penjelasan panjang melalui akun Facebook pribadinya.

Ia membantah tudingan bahwa dirinya menjadi pihak yang memulai kericuhan.

Menurut Rahmansyah, ia berada di lokasi karena sedang berada di rumah adiknya dan sempat membantu pihak keamanan untuk menenangkan massa.

Berikut klarifikasi lengkapnya : 

"Bagi Siapapun Yang Punya AKUN Dibawah ini, Melalui ini Penuh Harapan Saya. Kiranya Kalau Mengambil GAMBAR Atau MEMVIDEO kan Itu, Tolong Jangan Sebelah Arah Saja Mengambilnya. Kecuali Ada Niat Sdr/i Hanya Untuk Membuat KERICUHAN, Krn Dengan BUKTI Sdr/i Sudah Menyiapkan KAMERA Maupun VIDEO Dan Beda Pada Diri Saya, Yang Memang Tidak Punya NIAT Buat KERICUHAN. Maka Saya Tidak Menyiapkan KAMERA Atau VIDEO.

Namun Perlu Saya Sampaikan Juga Bahwa Tadinya Saya Sudah Ikut MELERAI Bersama Pihak Keamanan. Tapi Saya Dilempar Bertubi2 Dan Mohon Tanyak HATI KECIL Sdr/i, Kalau Memang Tadi Berada di TEMPAT Benar Atau Tidak Kata2 Saya ini Dan Kalau Sdr/i Bertanyak, Mengapa Saya Berada di Tempat ??? Saya ini Lagi Berada di RUMAH Saudara Kandung Saya...!!!
Dan Silahkan Sdr/i Mau MENGHUJAT, MEMFITNAH, MEMBULLY Maupun MENGHINA Saya. Tapi Saya Sangat Yakin Bahwa Saya & Sdr/i Itu Sama2 Punya AGAMA, TUHAN Maupun ORANG TUA Serta ANAK & KELUARGA.
  
n/b : Dengan PENUH HORMAT Saya Kepada ADMIN GRUOP FB Yang Dibawah ini, Mohon Kiranya KOMENTAR Saya ini Tidak Dihapus. Walaupun Salah Satu AKUN ini Telah MEMBLOKIR FB Saya Ketika Memberi Komentar Jawaban Tadinya Dan Sebelumnya Saya Ucapkan TERIMA KASIH BANYAK," tulis Rahmansyah Sibarani.  

Rahmansyah Sibarani
Eks Wakil Ketua DPRD Sumut, Rahmansyah Sibarani terekam kamera melempari pendemo menggunakan batu di Tapanuli Tengah. Foto diambil saat, Rahmansyah Sibarani saat diwawancarai seusai menghadiri pelantikan penjabat (Pj) kepala daerah di Aula Tengku Rizal Nurdin, Selasa (24/5/2022)

Kronologi Kericuhan

Kericuhan berawal ketika sekelompok masyarakat tengah melakukan demo dan melakukan longmarch menuju kantor DPRD Tapanuli Tengah.

Massa berencana meminta agar DPRD Tapanuli Tengah membentuk tim khusus untuk mengusut mangkraknya pembangunan kantor Bupati Tapanuli Tengah.

Ada indikasi, proyek pembangunan kantor Bupati Tapanuli Tengah sarat dugaan kecurangan.

Oleh karena itu, massa kemudian melakukan longmarch menuju kantor DPRD.

Sesampainya di Jalan Raja Junjungan Lubis, Desa Sibuluan Baru, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, massa bertemu dengan kelompok lain.

Saat itu terjadi keributan, hingga kemudian muncul pelemparan batu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved