Resonansi

Asa dari Ciseeng

Analisa pengamat ekonomi, keadaan ekonomi negeri tengah belajar berdiri lebih tegak setelah diterpa berbagai guncangan.

Penulis: Ade Mayasanto | Editor: Fitriadi
Dok. Ade Mayasanto
Ade Mayasanto, Editor in Chief Bangka Pos/Pos Belitung. 

Ade Mayasanto, S.Pd., M.M.

Editor in Chief 
Bangka Pos/Pos Belitung

Tulisan ini dibuat seusai menghadiri persamuhan arisan keluarga besar di Ciseeng, Parung, Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/1/2026). Arisan keluarga yang sepatutnya berisi tentang kabar keluarga, melebar dalam urusan masa depan.

Kenapa bicara masa depan?

Banyak orang bicara tahun 2026 bukan tahun yang benar-benar mudah.

Analisa pengamat ekonomi, keadaan ekonomi negeri tengah belajar berdiri lebih tegak setelah diterpa berbagai guncangan.

Tengok saja, bagaimana harga kebutuhan pokok naik turun, lapangan kerja yang kini diburu ribuan orang, serta banyak keluarga yang akhirnya mengitung ulang soal mimpi-mimpi mereka karena ditimpa kegamangan.

Gamang karena hitung-hitungan menuju pertumbuhan ekonomi tinggi masih terasa berat. Sebab, pertumbuhan ekonomi masih stagnan di angka lima persen. 

Hingga triwulan III-2025, laporan BPS menyebutkan pertumbuhan ekonomi nasional secara year on year (YOY) sebesar 5,04 persen. 

Besaran ini relatif masih terpaut cukup jauh dengan skenario pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen pada akhir 2025. 

Sementara berbekal skenario Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, Bappenas mematok tahapan pertumbuhan ekonomi mencapai delapan persen pada 2029.

Rinciannya, pada tahun 2025, target pertumbuhan mencapai 5,3 persen dan berikutnya naik menjadi 6,3 persen tahun 2026. 

Tahun-tahun selanjutnya, pertumbuhan sudah berada di atas 7 persen. Tahun 2027 sebesar 7,5 persen, tahun 2028 sebesar 7,7 persen, dan pada akhir pemerintahan Prabowo-Gibran tahun 2029 sudah bertengger di angka 8 persen.

Begitu pula ketika menimang politik. 2026 kembali digaungkan sebagai peralihan atau masa transisi. Sebab, demokrasi tetap berjalan, namun begitu terasa bising.

Janji pembangunan berseliweran dalam visi-misi dan program kerja, sementara rakyat terus belajar memilih mana yang berbau harapan dan mana yang sarat kepentingan.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved