Rabu, 13 Mei 2026

Banjir Jakarta

Jakarta Berstatus Awas Banjir, Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut

BMKG menyampaikan bahwa cuaca ekstrem di Indonesia belum menunjukkan tanda akan berakhir. Wilayah ibu kota Jakarta berstatus awas.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Istimewa via Tribunnews.com
BANJIR JAKARTA - Sejumlah wilayah di Ibu Kota Jakarta Banjir dilanda banjir. Tampak anak-anak menyusuri permukiman warga yang terendam di kawasan Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (19/1/2026). 

 

 

Ringkasan Berita:
  • Hujan lebat yang mengguyur beberapa hari ini mengakibatkan sejumlah wilayah Jakarta banjir.
  • Ketinggian air mulai dari 15 sentimeter hingga 150 sentimeter.
  • BMKG prediksi cuaca ekstrem masih akan berlanjur beberapa hari ke depan.

BANGKAPOS.COM - Cuaca ekstrem masih berpotensi melanda wilayah Jakarta dalam beberapa hari ke depan.

Hujan lebat yang mengguyur beberapa hari ini mengakibatkan sejumlah wilayah ibu kota dilanda banjir.

Ketinggian air mulai dari 15 sentimeter hingga 150 sentimeter.

Genangan air terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, hingga Jakarta Utara.

Dari sejumlah wilayah, Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, tercatat daerah terparah yang tergenang air dengan ketinggian hingga 150 sentimeter di beberapa RT.

Banjir yang menelan dua korban jiwa di Jakarta memicu sorotan tajam. Seorang remaja terseret arus di Cakung, Jakarta Timur dan seorang pengemudi mobil tewas terjebak macet banjir di Latumeten, Jakarta Barat.

Seorang remaja terseret arus di Cakung, Jakarta Timur dan seorang pengemudi mobil tewas terjebak macet banjir di Latumeten, Jakarta Barat.

Prediksi BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa cuaca ekstrem di Indonesia belum menunjukkan tanda akan berakhir. Wilayah ibu kota Jakarta berstatus awas.

Dalam periode sepekan ke depan, 23–29 Januari 2026, sejumlah wilayah diprediksi masih dilanda hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang.

BMKG menjelaskan, kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer, termasuk munculnya Bibit Siklon Tropis 91S dan 92P yang terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat dan Teluk Carpentaria. Fenomena tersebut memperkuat daerah konvergensi di wilayah selatan Indonesia, meliputi Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku bagian selatan, hingga Papua bagian selatan.

Selain itu, aktifnya Monsun Asia yang membawa massa udara lembap dari Laut China Selatan melalui Selat Karimata, serta adanya seruakan dingin (cold surge) dari Siberia, turut meningkatkan pertumbuhan awan hujan di Indonesia bagian selatan.

Curah hujan yang tinggi memicu banjir di sejumlah wilayah di DKI Jakarta.

Dilihat dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), DKI Jakarta tengah dilanda cuaca ekstrem hujan lebat sejak Kamis (22/1/2026).

Peringatan dini hujan lebat di sejumlah daerah pun disampaikan BMKG, termasuk Jakarta untuk tiga hari mulai tanggal 22 Januari 2026 hingga 24 Januari 2026.

Pada hari ini, Jumat (23/1/2026), DKI Jakarta diprediksi diguyur hujan lebat-sangat lebat.

Sementara itu, kondisi di sejumlah titik Jakarta masih tergenang air dengan ketinggian mencapai 150 centimeter pada Jumat pagi. 

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pukul 06.00 WIB, sebanyak 125 rukun tetangga (RT) dan 14 ruas jalan masih tergenang air. 

Ketinggian air mulai dari 15 sentimeter hingga 150 sentimeter.

Genangan air tersebut, terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, hingga Jakarta Utara.

Dari sejumlah wilayah, Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, tercatat daerah terparah yang tergenang air dengan ketinggian hingga 150 sentimeter di beberapa RT. 

125 RT dan 14 Ruas Jalan Tergenang Air

Dikutip dari TribunJakarta.com, kondisi banjir di Jakarta berdampak pada aktivitas warga hingga akses jalan terputus.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyampaikan petugas gabungan terus melakukan pemantauan, penanganan genangan, serta evakuasi warga terdampak.

“BPBD mencatat saat ini terdapat 125 RT dan 14 ruas jalan tergenang sesuai data pukul 06.00 WIB,” ucapnya, Jumat. 

Di sisi lain, warga diimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

BPBD menargetkan, genangan surut dalam waktu cepat agar aktivitas warga kembali normal. 

Siaga Banjir Jakarta

Personel gabungan mulai dari Brimob, Direktorat Lalu Lintas hingga Polair bersiaga untuk memastikan pelayanan dan keselamatan warga.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan penguatan personel sebagai bentuk tanggungjawab dalam menjalankan tugas sebagai pelindung masyarakat.

“Brimob, Lantas, dan Polair kami kerahkan secara terpadu di titik-titik banjir dan genangan untuk memastikan keselamatan warga, menjaga stabilitas lalu lintas, serta menjamin aktivitas masyarakat tetap berjalan,” kata Budi kepada wartawan, Kamis.

Ia mengatakan, penanganan dilakukan secara terfokus di titik-titik strategis yang terdampak banjir mulai dari ruas jalan hingga pemukiman warga.

Salah satu ruas jalan strategis yang terdampak, yakni Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Prospek Cuaca

  1. 23–25 Januari 2026: Hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
  • Siaga: Lampung, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT.
  • Awas: Banten, DKI Jakarta.
  • Angin Kencang: Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Bali, NTB, NTT.

2. 26–29 Januari 2026: Hujan sedang hingga lebat diperkirakan di Aceh, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Tengah, dan Papua.

  • Siaga: Banten, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, Papua Pegunungan.
  • Angin Kencang: Banten, Bali, NTB, NTT.

Titik lokasi banjir di Jakarta:

Jakarta Barat (38 RT)

  • Kel. Duri Kosambi: 5 RT, ketinggian 50–80 cm, penyebab curah hujan tinggi dan luapan Kali Angke
  • Kel. Kapuk: 3 RT, ketinggian 40–65 cm, penyebab curah hujan tinggi
  • Kel. Kedaung Kali Angke: 8 RT, ketinggian 80 cm, curah hujan tinggi
  • Kel. Rawa Buaya: 7 RT, ketinggian 45–150 cm, curah hujan tinggi
  • Kel. Kedoya Selatan: 4 RT, ketinggian 80 cm, curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan
  • Kel. Kedoya Utara: 7 RT, ketinggian 15–80 cm, curah hujan tinggi Kel. Sukabumi Utara: 1 RT, ketinggian 30 cm
  • Kel. Kembangan Selatan: 1 RT, ketinggian 35 cm, curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan
  • Kel. Meruya Selatan: 1 RT, ketinggian 60 cm
  • Kel. Kota Bambu Selatan: 1 RT, ketinggian 50 cm 

Jakarta Selatan (55 RT)

  • Kel. Pondok Labu: 1 RT, ketinggian 20 cm, curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut
  • Kel. Petogogan: 26 RT, ketinggian 30 cm
  • Kel. Cipulir: 1 RT, ketinggian 90 cm
  • Kel. Pondok Pinang: 4 RT, ketinggian 50 cm
  • Kel. Pela Mampang: 9 RT, ketinggian 75 cm
  • Kel. Duren Tiga: 1 RT, ketinggian 40 cm
  • Kel. Cilandak Timur: 2 RT, ketinggian 50 cm
  • Kel. Pejaten Timur: 3 RT, ketinggian 50 cm
  • Kel. Ulujami: 8 RT, ketinggian 70 cm 

Jakarta Timur (30 RT)

  • Kel. Rawa Terate: 1 RT, ketinggian 80 cm
  • Kel. Bidara Cina: 4 RT, ketinggian 40–60 cm
  • Kel. Cipinang Muara: 2 RT, ketinggian 60 cm
  • Kel. Kampung Melayu: 4 RT, ketinggian 75–100 cm
  • Kel. Cipinang Melayu: 19 RT, ketinggian 30–90 cm
  • Kel. Makasar: 4 RT, ketinggian 30 cm 

Jakarta Utara (2 RT)

Kel. Kapuk Muara: 2 RT, ketinggian 40 cm

Lokasi Pengungsian:

Jakarta Barat

  • Kel. Kedaung Kali Angke: Masjid Jami Al Khaeer, 11 KK (28 jiwa)
  • Kel. Kota Bambu Selatan: Aula Rusunawa KS Tubun, 20 KK (65 jiwa) 

Jakarta Pusat

  • Kel. Karet Tengsin: RPTRA Segas RW 06 (60 jiwa),
  • RPTRA Intiland RW 07 (19 jiwa),
  • Aula Masjid Muhajirin RW 07 (56 jiwa),
  • PAUD Nusantara RW 07 (78 jiwa), Pos RW 02 (12 jiwa) 

Jakarta Timur

Kel. Cipinang Melayu: Masjid Al Muqorrobin, 18 KK (69 jiwa) 

Jalan Tergenang (14 Ruas)

Beberapa ruas jalan terdampak banjir antara lain:

  • Jl. Srengseng Raya, Jakarta Barat: 25 cm Jl. Daan Mogot KM 13, Jakarta Barat: 30 cm
  • Jl. Pertenakan 2, Kel. Kapuk, Jakarta Barat: 20 cm
  • Jl. Gotong Royong, Kel. Kapuk: 40 cm Jl. Kapuk Bongkaran, Kel. Kapuk: 40 cm
  • Depan RS Soeharto Heerdjan, Kel. Jelambar: 10 cm
  • Jl. Taman Kota, Kel. Kedaung Kali Angke: 20 cm
  • Perum BTN Jl. Delima VIII, Kel. Kembangan Utara: 35 cm
  • Jl. Strategi Raya, Kel. Joglo: 65 cm
  • Jl. Basoka Raya, Kel. Joglo: 65 cm
  • Jl. Pulo Raya IV, Kel. Petogogan: 50 cm
  • Jl. Raya Cipinang Indah, Kel. Pondok Bambu: 40 cm
  • Jl. Kebon Pala II RW 04, Kel. Kebon Pala: 60 cm
  • Jl. Kebon Pala II RW 05, Kel. Kebon Pala: 40 cm 

(Tribunnews.com/Glery Lazuardi, Suci Bangun DS, Abdi Ryanda Shakti, TribunJakarta.com/Wahyu Septiana)

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved