Produsen Es Gabus Bantah Tuduhan Spons, Oknum Babinsa Dijatuhi Hukuman Berat
Kasus es gabus viral berakhir dengan keadilan: Produsen es gabus Narsumi membantah tuduhan spons, sementara oknum Babinsa dijatuhi hukuman berat
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Ringkasan Berita:
- Produsen es gabus membantah keras tuduhan penggunaan spons dalam dagangannya.
- Suderajat, pedagang es, menjadi korban tuduhan oknum Babinsa. Kodim 0501 Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman berat dan penahanan 21 hari bagi Serda Heri, memastikan penegakan disiplin berjalan transparan dan adil.
BANGKAPOS.COM--Kasus dugaan penggunaan bahan berbahaya pada jajanan es gabus yang menimpa pedagang Suderajat (49) akhirnya menemui titik terang.
Produsen es gabus yang memasok dagangan tersebut angkat bicara dan menegaskan bahwa tuduhan penggunaan spons sama sekali tidak benar.
Narsumi, produsen es gabus rumahan yang telah bertahun-tahun memasok es kepada sejumlah pedagang di Jakarta, membantah keras isu tersebut.
Ia menyebut tuduhan itu tidak masuk akal, bahkan secara logika ekonomi.
“Tidak ada spons. Kalau pakai spons malah lebih mahal daripada sagu aren,” ujar Narsumi, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, seluruh bahan baku es gabus dibuat dari bahan pangan sederhana yang umum digunakan, seperti sagu aren, gula pasir, vanili, garam, pasta pisang ambon, dan pewarna makanan. Tidak ada unsur bahan berbahaya sebagaimana yang dituduhkan.
Proses Panjang dan Melelahkan
Narsumi menceritakan, pembuatan es gabus bukan perkara mudah.
Prosesnya memakan waktu berjam-jam dan membutuhkan ketelatenan tinggi, mulai dari pengadukan adonan, perebusan, pencetakan, pembekuan, hingga pengemasan.
“Capeknya luar biasa, bahkan lebih capek dari ngurus bayi. Untungnya juga tidak seberapa, cuma untuk bantu orang yang belum punya kerja,” katanya.
Proses pembuatannya memakan waktu berjam-jam, karena harus mengaduk, membuat adonan, merebus air, mencetak, dibekukan di kulkas, hingga membungkus ke plastik.
Narsumi menyebut, proses membuat es gabus lebih melelahkan daripada mengurus bayi.
"Capeknya setengah mati bikin es gabus, tapi keuntungannya juga enggak ada. Cuma ya ini membantu orang yang menganggur saja," ujarnya.
Satu kali produksi, Narsumi membuat es gabus untuk dijual ke sekitar lima pedagang termasuk Suderajat.
Sepengetahuannya, Suderajat telah membeli es gabus buatannya selama belasan tahun, ketika anak-anaknya juga masih kecil.
"Pak Suderajat tuh dagangnya enggak beli dari saya doang, kadang di saya tapi kadang di tempat lain. Dari dulu sampai sekarang, kan enggak ada orang keracunan makan es krim," terang Narsumi.
| Nenek Penjual Siomai Viral karena Diduga Minta Tebusan Rp1 Juta, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya |
|
|---|
| Video: Detik-detik Bahlil Lahadalia Terkejut dan Sumringah Dapat Kejutan di Mubes Kosgoro |
|
|---|
| Sarwendah Minta Maaf Usai Videonya di Live Viral, Tak Sebut Nama Ruben Onsu: Maaf yang Terdalam |
|
|---|
| Viral di Tulungagung, Pemuda 25 Tahun Nikahi Nenek 63 Tahun, Kisah Cinta Beda Usia Jadi Sorotan |
|
|---|
| Hasil Autopsi Jadi Petunjuk Ungkap Kematian Misterius Wanita di Boyolali, Sate Beracun atau Bukan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Babinsa-Es-Gabus-DIjatuhi-Sanksi.jpg)