Selasa, 14 April 2026

Apa Itu MSCI, Perusahaan Riset yang Ditemui Pjs Dirut BEI Imbas Ratusan Saham Anjlok

Morgan Stanley Capital International (MSCI) adalah perusahaan riset sebagai penyedia indeks global yang menjadi acuan utama investor

Istimewa/Tribunnews.com
Jeffrey Hendrik resmi menjabat Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia setelah IHSG anjlok dan trading halt terjadi dua kali. 

Ringkasan Berita:Baru-baru ini Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa Pjs Dirut BEI Jeffrey Hendrik, akan mewakili BEI dalam pertemuan dengan lembaga penyedia indeks global MSCI. Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung pada Senin (2/2/2026). Morgan Stanley Capital International (MSCI) adalah perusahaan riset sebagai penyedia indeks global yang menjadi acuan utama investor institusi di seluruh dunia

 

BANGKAPOS.COM -- Mengenal MSCI, perusahaan riset yang ditemui Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) imbas ratusan saham anjlok.

Baru-baru ini Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa Pjs Dirut BEI Jeffrey Hendrik, akan mewakili BEI dalam pertemuan dengan lembaga penyedia indeks global MSCI. Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung pada Senin (2/2/2026).

Purbaya juga menegaskan bahwa Jeffrey ditunjuk sebagai pengganti sementara Direktur Utama BEI, menyusul pengunduran diri Iman Rachman dari jabatannya.

Baca juga: Profil dan Harta Kekayaan Iman Rachman yang Mundur dari Dirut BEI, Punya Utang Segini

"(Pengganti Iman Rachman, Jeffrey) Iya, berarti iya. Sepertinya iya," kata Purbaya di Wisma Danantara, dikutip Minggu (1/2/2026).

"(Ketemu MSCI) Mestinya dia," imbuh Purbaya.

Purbaya menekankan bahwa pertemuan dengan MSCI sepenuhnya menjadi ranah independen BEI, tanpa campur tangan pemerintah.

"Dari bursa kan mereka independen. Nanti kalau saya masuk, menteri keuangan ikut campur. Dia menyelesaikan masalah sesuai dengan prosedur yang ada di internal mereka. Pemerintah nggak ikut campur," tegasnya.

Sementara itu, Pjs Dirut BEI, Jeffrey Hendrik, membenarkan rencana pertemuan dengan MSCI tersebut. Pertemuan akan dilakukan secara daring dan juga melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Pertemuan secara online. Saya akan mewakili Bursa Efek Indonesia untuk ketemu dengan petinggi MSCI dari OJK juga akan ikut," tutur Jeffrey.

Jeffrey menyatakan bahwa BEI akan menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat transparansi dan tata kelola pasar modal.

"Kita akan meyakinkan kepada Indeks Provider Global bahwa Indonesia punya komitmen untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola," tegasnya.

 
Dampak ke Pasar: Ratusan Saham Anjlok

Pengumuman MSCI yang membekukan sejumlah perubahan indeks membuat ratusan saham di BEI anjlok. Efek ini terlihat pada perdagangan Rabu (28/1/2026). IHSG dibuka pukul 09.00 WIB di level 8.393,51, turun signifikan dari posisi penutupan sebelumnya di 8.980,23.

Meskipun sempat mencoba rebound ke 8.588,86 sekitar pukul 09.30 WIB, IHSG kembali tertekan dan menjelang penutupan sesi pertama mencapai level 8.277,78 pada pukul 11.20 WIB. Penutupan sesi pertama berakhir dengan anjlok 7,34 persen atau 659,01 poin ke level 8.321,22.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 8.269,14 sampai 8.596,17, dengan nilai transaksi mencapai Rp30 triliun dan volume perdagangan 40,69 miliar saham. Hanya 32 saham yang menguat, sementara 800 saham anjlok dan 126 stagnan.

 
Mengenal MSCI

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved