Prabowo Targetkan 1.000 Desa Nelayan Dibangun 2026, Lengkap Pabrik Es dan Akses Ekspor
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 1.000 desa nelayan pada 2026 dengan fasilitas pabrik es, cold storage, dermaga, kapal
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Ringkasan Berita:
- Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 1.000 desa nelayan pada 2026 sebagai bagian penguatan sektor kelautan.
- Setiap desa akan dilengkapi pabrik es, cold storage, dermaga, kapal, dan dikelola melalui koperasi dengan dukungan pembiayaan serta akses ekspor langsung.
BANGKAPOS.COM--Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 1.000 desa nelayan pada 2026 sebagai bagian dari strategi besar memperkuat sektor kelautan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Program ini digagas untuk membenahi berbagai persoalan klasik yang selama ini dihadapi nelayan, mulai dari keterbatasan fasilitas penyimpanan hingga sulitnya akses pasar.
Komitmen tersebut disampaikan Prabowo dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (12/2/2026).
Ia menegaskan, pembangunan desa nelayan bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan pembentukan ekosistem ekonomi terpadu yang dikelola secara kolektif melalui koperasi.
“Sejak RI berdiri, nelayan belum dapat perhatian. Mereka tidak punya es, belum ada pabrik es di desa mereka. Mereka sulit dapat solar, mereka sulit dapat akses ke pasar. Ini kami ubah,” ujar Prabowo.
Bangun Ekosistem Terintegrasi
Dalam skema yang dirancang pemerintah, setiap desa nelayan akan dilengkapi fasilitas utama seperti pabrik es dan cold storage atau gudang berpendingin untuk menjaga kualitas hasil tangkapan.
Selain itu, pemerintah akan membangun dermaga yang memadai, menyediakan kapal penunjang, serta kendaraan distribusi untuk memperlancar rantai pasok.
Menurut Prabowo, selama ini banyak nelayan terpaksa menjual hasil tangkapan dengan harga rendah karena tidak memiliki fasilitas penyimpanan yang layak.
Tanpa es dan cold storage, ikan harus segera dijual sebelum kualitasnya menurun. Kondisi ini membuat posisi tawar nelayan sangat lemah.
Dengan hadirnya fasilitas tersebut, diharapkan nelayan dapat menyimpan hasil tangkapan lebih lama, memilih waktu penjualan yang tepat, serta menjangkau pasar yang lebih luas.
Dikelola Melalui Koperasi
Seluruh fasilitas dan aktivitas ekonomi desa nelayan akan diorganisasi dalam bentuk koperasi.
Model ini dipilih agar pengelolaan produksi, distribusi, hingga pembiayaan dilakukan secara kolektif oleh para nelayan sendiri.
Melalui koperasi, nelayan tidak hanya menjadi penangkap ikan, tetapi juga pemilik sistem distribusi dan pengolahan.
Pemerintah menilai pendekatan ini dapat memperkuat posisi tawar nelayan dalam rantai perdagangan perikanan.
| Ada Rekening Rp39 Triliun Tak Bertuan, Prabowo Bakal Sita Harta Koruptor Disimpan Istri Simpanan |
|
|---|
| Kekayaan Prabowo Tembus Rp2,066 Triliun, Surat Berharga Dominasi Aset Presiden |
|
|---|
| Hardiknas 2026: Transformasi Pendidikan dari Klasemen Menuju Kualitas Mendalam |
|
|---|
| Profil Dudung Abdurrahman, Eks KSAD yang Jadi KSP, Punya Harta Rp 13,3 Miliar |
|
|---|
| Inilah 5 Hadiah Prabowo untuk Buruh di May Day, Bentuk Satgas PHK hingga Pangkas Potongan Ojol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/perahu-nelayan-di-tpi-ketapang-pangkalpinang-jumat-1332020.jpg)