Selasa, 28 April 2026

Ijazah Jokowi

Rismon dan Roy Suryo Kini Berseberangan, Minta Maaf Pada Jokowi

Pakar digital forensik Rismon Sianipar secara terbuka meminta maaf kepada Jokowi dan keluarganya atas tudingan ijazah palsu.

Editor: Fitriadi
Tangkapan layar dari kanal YouTube Abraham Samad
AHLI DIGITAL FORENSIK --Ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar saat berbicara pada podcast Abraham Samad. 

BANGKAPOS.COM - Dua tersangka kasus tudingan ijazah palsu mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yakni Rismon Hasiholan Sianipar dan Roy Suryo kini berbeda sikap.

Rismon Hasiholan Sianipar akhirnya mengakui dirinya keliru dalam meneliti ijazah Jokowi.

Untuk itu pakar forensik digital tersebut secara terbuka meminta maaf kepada Jokowi dan keluarganya atas tudingan ijazah palsu.

Baca juga: Kalah di Sidang Gugatan, KIP Perintahkan UGM Buka 20 Dokumen Akademik Jokowi

Sementara itu, Roy Suryo tetap pada pendiriannya bahwa ijazah Jokowi tersebut adalah palsu.

Roy menyebut permintaan maaf Rismon kepada Jokowi adalah pernyataan pribadi, tidak ada sangkut paut dengan dirinya.

Permintaan Maaf Rismon

Permintaan maaf Rismon kepada Jokowi direkam dalam sebuah video klarifikasi.

Video tersebut diunggah di kanal Balige Academy.

Dalam pernyataannya, Rismon mengakui dirinya sebagai peneliti keliru saat melakukan penelitian keabsahan ijazah Jokowi.

“Melukai keluarga Pak Jokowi dan Pak Jokowi sendiri. Saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi terkait dengan temuan-temuan saya yang baru saya umumkan tadi,” kata Rismon dalam video klarifikasi di kanal Balige Academy, Rabu, (11/3/2026).

Rismon mengakui ada kesalahan yang diperbuatnya ketika meneliti keaslian ijazah Jokowi. Kesalahan itu akhirnya dikoreksi Rismon.

“Ada koreksi-koreksi akibat data yang tidak lengkap, akibat rotasi atau translasi, maupun resolusi pada data yang saya uji,” ujar Rismon yang saat ini menjadi tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi.

Menurut Rismon, sebagai peneliti yang bertanggung jawab atas kebenaran ilmiah, dia mengakui ada kekeliruan yang dilakukannya ketika meneliti ijazah S-1 Jokowi.

“Kekeliruan tersebut sebagai peneliti harusnya secara terbuka, secara ikhlas, dan secara objektif harus saya nyatakan di sini."

Kemudian, dia menyatakan dokumen ijazah Jokowi yang diunggah oleh kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dian Sandi Utama di media sosial memang autentik atau asli.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved