Selasa, 19 Mei 2026

Harga BBM

Bahlil Jawab Isu Harga BBM Naik Per 1 April

Beredar isu harga BBM di dalam negeri akan naik per tanggal 1 April 2026. Isu ini memancing antrean pengendara mengisi BBM di SPBU Jakarta.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Dokumentasi Bangkapos.com
MENGISI BBM - Pengendara mengisi BBM di SPBU wilayah Bangka Belitung. Beredar isu harga BBM di dalam negeri akan naik per tanggal 1 April 2026. 

"Kenaikan BBM nonsubsidi saya prediksi masih di bawah 10 persen, sekitar 5 sampai 10 persen," tambahnya.

Dirinya menjelaskan, acuan dari Mean of Platts Singapore (MOPS) dan Argus yang memonitor rutin perkembangan harga minyak dunia menjadi tolok ukurnya.

Jika harga minyak dunia naik, banderol ditingkat pengecer ikut terdampak.

"Variabel harga acuan dan kurs saat ini sangat dinamis, sehingga wajar jika terjadi penyesuaian harga di tingkat eceran," kata Wisnu.

Efisiensi Anggaran Ketimbang Menaikkan Harga BBM

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Telisa Aulia Falianty mengatakan ada beragam opsi yang bisa dilakukan pemerintahan Prabowo Subianto dalam merespons krisis energi saat ini.

Hal paling utama yang bisa dilakukan pemerintah saat ini adalah melakukan efisiensi anggaran terhadap program kerja yang menelan anggaran jumbo.

"Pemerintah berusaha terlebih dahulu untuk mengefisiensikan anggaran dan lain-lain," kata Telisa kepada Tribunnews.com, Sabtu (28/3/2026).

Dengan begitu, Telisa berharap kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang saat ini sudah dilakukan beberapa negara, menjadi opsi terakhir bagi pemerintah Indonesia.

Pasalnya, kata dia, pemerintah harus menghitung berbagai kemungkinan buruk dari kebijakan menaikkan harga BBM, termasuk inflasi dan menurunnya daya beli masyarakat.

"Agar betul-betul cermat dalam mengambil kebijakan ya. Artinya bahwa karena harga BBM bersubsidi itu begitu berdampak pada ekonomi masyarakat, sehingga menaikkan harga itu sepertinya opsi terakhir," tutur dia.

Tak hanya itu, Telisa juga menyatakan, sejatinya saat ini pemerintah sedang menunggu atau wait and see terhadap pengaruh konflik tersebut.

Terlebih saat ini pemerintah juga masih memiliki harapan besar terhadap penerimaan pajak melalui CoreTax.

"Nah kalau ada harapan di penerimaan pajak, itu bisa untuk menambah ke subsidi BBM gitu loh. Jadi karena kan estimasi APBN itu sepanjang tahun, jadi nggak melihat di titik di Maret ini saja gitu. Makanya masih dikaji, sepertinya pemerintah masih mengkaji seperti itu," ujar Telisa.

Konflik di Timur Tengah yang menyebabkan Iran menutup jalur distribusi minyak mentah dunia, Selat Hormuz, berpotensi menyebabkan krisis energi global.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved