Sabtu, 18 April 2026

Harga BBM

Update Info Stok dan Harga BBM Indonesia Setelah Prabowo Temui Putin

Pemerintah Indonesia berhasil mengamankan pasokan minyak mentah (crude oil) dari Rusia.

Editor: Fitriadi
Dokumentasi/PT. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel
Petugas SPBU saat melayani pengisian bahan bakar mobil 

Presiden Prabowo Subianto telah bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin 13 April 2026.

Dalam pertemuan Presiden, didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sejumlah isu krusial menjadi fokus pembahasan, mulai dari potensi kerja sama pasokan minyak mentah, investasi di sektor energi, hingga pengembangan infrastruktur seperti kilang minyak.

Keesokan harinya untuk memperdalam pembahasan teknis, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bertemu Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin sehari sebelumnya.

Dalam forum tersebut, kedua pihak membahas peluang konkret kerja sama energi yang dapat segera ditindaklanjuti, terutama kepastian pasokan minyak mentah (crude) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Rusia menyatakan kesiapan untuk mendukung ketahanan energi Indonesia, salah satunya suplai minyak dan gas bumi (Migas) dan penyimpanan (storage).

Pertemuan itu turut dihadiri perwakilan sejumlah perusahaan energi Rusia, antara lain Rosneft, Ruschem, Zahrubesneft, dan Lukoil.

Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi

Sementara itu, Pemerintah masih menghitung potensi penyesuaian harga BBM nonsubsidi di tengah gejolak harga minyak dunia.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa akan ada penyesuaian harga terhadap bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Hanya saja, kata Bahlil, pemerintah masih melakukan perhitungan sebelum menyesuaikan harga.

"Mengenai dengan BBM yang RON 92, 95, 98, termasuk dengan solar yang Pertamina Dex, itu nanti kita akan melakukan penyesuaian setelah perhitungan selesai," ujar Bahlil di Istana, Jakarta, Rabu (8/4/2026) malam.

Bahlil menjelaskan, pemerintah saat ini sedang melakukan exercise. Dia menyebut mereka turut berhitung bersama Pertamina dan pihak swasta.

"Sekarang kita masih melakukan exercise. Dan mudah-mudahan doakan agar betul harga ICP bisa turun. Itu akan jauh lebih baik lagi," jelasnya.

"Tapi sampai dengan sekarang kita masih melakukan perhitungan dengan badan usaha, seperti Pertamina dan swasta," imbuh Bahlil.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved