Mahasiswa Jadi Operator Judi Online di Bali, Digaji Belasan Juta per Bulan
Polda Bali membongkar jaringan judi online internasional di Benoa. Empat mahasiswa ditangkap setelah menjadi operator situs judi
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Ringkasan Berita:
- Empat mahasiswa ditangkap Ditressiber Polda Bali karena menjadi operator judi online jaringan internasional di Benoa.
- Mereka diduga merupakan pelarian dari sindikat di Filipina dan Kamboja dengan gaji fantastis hingga Rp19 juta per bulan.
BANGKAPOS.COM--Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Bali membongkar praktik perjudian online jaringan internasional yang beroperasi di sebuah penginapan kawasan Benoa, Kuta Selatan, Badung.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi menangkap empat orang tersangka yang diketahui berstatus mahasiswa.
Mereka diduga menjadi operator situs judi online internasional yang sebelumnya berpindah-pindah negara untuk menghindari kejaran aparat.
Direktur Reserse Siber Polda Bali, Kombes Pol Aszhari Kurniawan, mengatakan para pelaku merupakan bagian dari jaringan judi online yang sempat beroperasi di Filipina dan Kamboja sebelum akhirnya masuk ke Bali.
“Modus operandi mereka adalah bagian dari orang-orang atau para pelaku yang melarikan diri dari kegiatan atau aktivitas judi online di Kamboja. Jadi mereka datang di Bali ini untuk menjalankan aktivitasnya kembali dengan berpindah tempat,” ujar Aszhari dalam konferensi pers di Mapolda Bali, Rabu (29/4/2026).
Mahasiswa Tergiur Gaji Fantastis
Menurut polisi, faktor ekonomi menjadi alasan utama para mahasiswa tersebut terlibat dalam bisnis ilegal itu.
Salah satu tersangka berinisial IJT alias Giselle (23), mahasiswi asal Manado, menerima gaji pokok sebesar Rp11,4 juta per bulan ditambah bonus Rp8 juta.
Total penghasilan yang diterimanya mencapai Rp19,4 juta setiap bulan.
Sementara tersangka WAB alias Guang Yun (31) asal Jakarta memperoleh gaji Rp8 juta per bulan.
Dua tersangka lainnya, yakni RFT alias Selena (22) dan MGB alias Aletta (22), mengaku baru menerima gaji pertama masing-masing sebesar Rp2,5 juta.
Bertugas Hubungi Ratusan Nomor WNI
Dalam menjalankan operasinya, para tersangka bekerja selama 12 jam setiap hari, mulai pukul 11.00 hingga 23.00 WITA.
Mereka bertugas sebagai telemarketing sekaligus customer service situs judi online Ketua.co dan GN77.
Setiap harinya, para operator diminta menghubungi secara acak sekitar 300 hingga 400 nomor warga Indonesia melalui aplikasi WhatsApp.
Selain itu, mereka juga melayani keluhan pemain melalui fitur live chat di situs perjudian tersebut.
Pernah Beroperasi di Filipina dan Kamboja
| Empat Mahasiswa Terima Beasiswa Bank Sumsel Babel Syariah di HUT ke-260 Sungailiat |
|
|---|
| Diduga Tak Dikenali, Rizky Ridho Jadi Fotografer Ibu-ibu Pengajian di Bali |
|
|---|
| Komplotan Pembobol Rumah di Merawang Dibekuk, Uang Rp50 Juta Habis untuk Sabu dan Judi Online |
|
|---|
| Tingkatkan Kualitas SDM, Didit Srigusjaya Harap Generasi Muda Jauhi Kegiatan Negatif |
|
|---|
| Breaking News: Mahasiswa Demo di DPRD Babel, Soroti Isu Honorer hingga Fasilitas Pendidikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240111-Judi-Online.jpg)