Minggu, 3 Mei 2026

Kenapa Amien Rais Dijuluki Sengkuni?

Amien Rais dijuluki sengkuni karena dianggap sering memprovokasi dan bermanuver licin dalam berpolitik.

Tayang:
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
kompas/image
Amien Rais 

Wakil Ketua DPW PAN Jateng, Agung Wisnu Kusuma, menuturkan bagaimana pun juga, Amien Rais merupakan sosok sentral partai yang harus dihormati.

Sebab, Amien Rais termasuk pendiri sekaligus tokoh di partai berlambang matahari terbit tersebut.

 "DPP sudah minta maaf soal kasus itu. Saya harap tidak cukup di situ. Harus ada sanksi. Harus ada teguran keras untuk Rizki Aljupri karena tidak sekali ini saja dia bikin kegaduhan," kata Agung, Selasa (19/5/2020) kala itu.

Sanksi yang bisa diberikan, kata dia, agar kader tidak asal 'njeplak' yakni sanksi pencopotan sebagai anggota dewan dari Fraksi PAN.

Sanksi lain bisa saja dicopot dari kepengurusan partai di DPP.

"Jika DPP betul-betul serius menyelesaikan kasus ini, Rizki harus diberikan sanksi. Jika hanya minta maaf lalu semua berlalu, artinya DPP tidak serius," tegasnya.

Ditandaskan Agung, Amien Rais kritis, karena merasa ada yang tak beres dari pemerintahan yang dikritikanya.

"Pak Amien itu kan kalau dirasa ada yang 'tidak beres' pada pemerintahan dan menyengsarakan rakyat, pasti akan dikritik."

"PAN selalu berusaha menjadi penyeimbang bagi pemerintah, baik saat di luar pemerintahan maupun ketika ada di dalam pemerintahan."

"Gimana nggak kritis, wong PAN lahir dari reformasi. Jangan karena itu lalu Pak Amien disebut Sengkuni," ucapnya.

Justru, lanjutnya, sebutan Sengkuni lebih tepatnya disematkan pada oknum pimpinan atau oknum pengurus PAN yang rajin menjilat pemerintah hanya untuk urusan jabatan dan uang, tanpa memikirkan nasib masyarakat.

Menurutnya, orang-orang seperti itu yang tidak paham apa yang menjadi landasan perjuangan partai dan tiba-tiba sudah masuk menjadi pengurus harian partai.

"Seperi halnya Rizki Aljupri yang menjadi wakil bendahara umum. Sebaiknya dia mengikuti LKAD (Latihan Kader Amanat Dasar) terlebih dulu agar mafhum landasan ideologi dan perjuangan partai," Agung menambahkan.

Istilah Sengkuni ini mencuat sejak mundurnya Hanafi Rais dari PAN.

Serta munculnya sinyal akan adanya partai baru yang dibentuk Amien Rais dan pendukungnya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved