Minggu, 19 April 2026

Harga BBM

Jusuf Kalla: Kenaikan Harga BBM Sulit Dihindari

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menegaskan penyesuaian harga BBM sulit dihindari karena kondisi keuangan negara defisit.

Editor: Fitriadi
Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra
PATROLI SPBU — Personil Polres Bangka dan Polsek jajaran saat patroli di sejumlah SPBU di Kabupaten Bangka, Selasa (31/3/2026). Polisi menghimbau masyarakat tidak panic buying. 

Ringkasan Berita:
  • Pertamina resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi Dexlite, Pertamax Dex dan Pertamax Turbo per 18 April 2026.
  • Jusuf Kalla menegaskan penyesuaian harga BBM sulit dihindari karena kondisi keuangan negara defisit.
  • Komisi VI DPR RI minta pemerintah antisipasi dampak ke daya beli masyarakat.

 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pertamina melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per 18 April 2026.

Dikutip dari laman resmi Pertamina, ada tiga jenis BBM nonsubsidi yang mengalami kenaikan yakni Dexlite, Pertamax Dex dan Pertamax Turbo.

harga Pertamax Turbo naik Rp 6.300 dari sebelumnya Rp 13.100 menjadi Rp 19.400 per liter.

Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Tarif Angkutan dan Harga Barang di Beltim Bakal Naik

Sementara harga Dexlite naik Rp 9.400 dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.600 per liter.

Lalu harga Pertamina Dex  meningkat Rp 9.400 dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.900 per liter.

Sedangkan harga Pertamax tetap Rp 12.300 dan Pertamax Green 95 juga tidak naik, masih Rp 12.900.

Baca juga: Daftar Harga BBM Hari Ini 18 April 2026, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400

Harga BBM subsidi juga tidak naik. Pertalite masih Rp 10.000 per liter dan Biosolar subsidi Rp 6.800 per liter di seluruh wilayah.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menegaskan penyesuaian harga BBM sulit dihindari karena kondisi keuangan negara defisit.

JK mengeklaim telah lebih dulu mengingatkan pemerintah soal potensi masalah keuangan negara sebelum Pertamina menaikkan  harga BBM nonsubsidi terjadi pada Sabtu (18/4/2026).

JK menyebut telah menghitung kondisi fiskal negara jauh hari dan menilai penyesuaian harga BBM sulit dihindari.

Jusuf Kalla bahkan mengaku telah menyampaikan pandangannya langsung kepada Presiden dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

“Saya kirim ke Bapak Presiden, saya kirim ke Menko Ekonomi. Ada kata-kata isinya, pemerintah pusat perlu mengantisipasi situasi yang diperkirakan akan mulai muncul pada bulan Juli, situasi akan muncul masalah. Tidak mengatakan chaos,” ujar JK dalam jumpa pers di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

JK menegaskan, peringatannya tersebut bukan berarti ia memprediksi negara akan mengalami kekacauan.

Ia membantah anggapan yang menyebut dirinya pernah mengatakan Indonesia akan chaos.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved