Sabtu, 9 Mei 2026

Tabrakan Bus ALS vs Truk BBM di Muratara

Tabrakan Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, Pasutri Lompat dari Jendela saat Api Membesar

Ngadiono bersama istri mengambil keputusan cepat untuk bertahan hidup saat bus terbakar hebat seusai bertabrakan dengan truk tangki BBM di Muratara.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Notebook LM/Sigit
Grafis laka bus ALS vs truk BBM di Muratara, Sumsel. 

“Tidak ada firasat. Dia sempat tanya mau titip beli nanas atau tidak,” kenangnya.

Komunikasi terakhir juga berlangsung seperti biasa. Anak sulungnya, Rangga, mengaku sempat berbincang dengan ayahnya melalui telepon pada malam sebelum kejadian.

“Seperti biasa, hanya menanyakan kabar,” ujarnya.

Namun siang itu, kabar buruk datang. Sekitar pukul 15.00 WIB, Rangga yang sedang bekerja menerima informasi bahwa ayahnya mengalami kecelakaan.

“Saya langsung disuruh ke rumah sakit,” katanya.

Dipindahkan

Sementara itu, proses evakuasi korban dilakukan secara bertahap.

Jenazah sempat ditempatkan di RS Siti Aisyah sebelum akhirnya dipindahkan ke RS Bhayangkara Palembang untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Adithia Bagus Arjunadi, menjelaskan pemindahan dilakukan karena fasilitas di Palembang lebih lengkap, terutama dengan dukungan tim Disaster Victim Identification (DVI).

“Tim DVI sudah siap melakukan identifikasi agar korban dapat segera dikenali dan diserahkan kepada keluarga,” ujarnya.

Sebanyak 16 ambulans dikerahkan untuk membawa jenazah ke Palembang dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Langkah ini diambil guna mempercepat proses identifikasi, mengingat kondisi korban yang sulit dikenali akibat luka bakar.

Di sisi lain, manajemen PT Antar Lintas Sumatera (ALS) mengaku belum dapat memastikan identitas korban secara rinci.

Pihak perusahaan masih menunggu data manifes penumpang dari pool keberangkatan di Semarang, Jawa Tengah.

“Kami belum bisa memastikan identitas para korban. Masih kami minta ke pool Semarang,” ujar Humas PT ALS, Alwi Matondang.

Bus tersebut diketahui berangkat dari Semarang menuju Medan, membawa penumpang dari berbagai daerah, termasuk Pati dan Tegal.

Perjalanan panjang yang seharusnya menjadi rutinitas, berubah menjadi tragedi di Jalinsum Muratara.

Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Dugaan sementara mengarah pada faktor kondisi jalan serta upaya penghindaran yang berujung hilangnya kendali kendaraan.

Sementara itu, keluarga korban terus berdatangan dari berbagai daerah. 
Mereka membawa harapan sekaligus kecemasan, menanti kepastian kabar orang-orang tercinta yang menjadi bagian dari tragedi ini. 

(Tribunsumsel.com/ Tribunjateng.com/ Tribunmedan.com/ kompas.com)

 

Sumber: bangkapos
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved