Selasa, 12 Mei 2026

Terbongkar Cara Lisa Kelabui Pacarnya Usai Culik Ayah Pacar dan Bobol Tabungan Korban Rp2 Miliar

Selama kurang lebih enam bulan masa penyekapan, pelaku disebut berhasil menguras tabungan korban hingga mencapai sekitar Rp 2 miliar.

Tayang:
Dok istimewa
Lisa Andriana (31) dalam kasus penculikan Kusnadi Chandra (80), warga Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya 

Ringkasan Berita:
  • Lisa Andriana (31) dalam kasus penculikan Kusnadi Chandra (80), warga Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, yang diketahui merupakan ayah dari pacarnya sendiri, Agus Pranoto.
  • Dalam aksinya, Lisa diduga memiliki tujuan untuk menguasai harta milik korban.
  • Selama kurang lebih enam bulan masa penyekapan, pelaku disebut berhasil menguras tabungan korban hingga mencapai sekitar Rp 2 miliar.

 

BANGKAPOS.COM -- Terbongkar sudah rangkaian modus yang dilakukan Lisa Andriana (31) dalam kasus penculikan Kusnadi Chandra (80), warga Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, yang diketahui merupakan ayah dari pacarnya sendiri, Agus Pranoto.

Dalam aksinya, Lisa diduga memiliki tujuan untuk menguasai harta milik korban.

Selama kurang lebih enam bulan masa penyekapan, pelaku disebut berhasil menguras tabungan korban hingga mencapai sekitar Rp 2 miliar.

Tidak hanya itu, emas serta perhiasan milik korban dengan berat sekitar 1 kilogram juga diduga turut hilang.

Baca juga: Realisasi Pajak dan Retribusi Daerah 2026 Bangka Barat Triwulan I Sudah Mencapai Target

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula pada Oktober 2025, ketika Lisa menghubungi korban untuk bertemu di suatu lokasi.

Karena telah memiliki kedekatan sebelumnya, korban tidak menaruh kecurigaan dan menyetujui ajakan tersebut.

“Pada saat ke tempat janjian, korban dibawa ke sebuah ruangan di apartemen oleh 2 orang laki laki. Saat itu mereka berdalih salah satu anak korban punya hutang,” jelasnya.

Lebih lanjut, selama dalam masa penahanan, korban yang sudah lanjut usia ditempatkan di sebuah kamar tanpa akses komunikasi, termasuk tanpa telepon genggam.

Setiap harinya, korban dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain dan hanya diberikan makanan dalam bentuk paket.

Dalam proses tersebut, Kombespol Luthfie mengungkapkan bahwa pelaku juga mulai menguasai aset finansial korban secara bertahap.

“Tersangka sempat meminjam ATM termasuk juga kartu kredit dan menanyakan nomor PIN. Waktu itu katanya untuk keperluan pembayaran tagihan hutang sehingga diberikan, tetapi mungkin karena juga sudah tua jadi lupa. ATM milik korban masih dipegang oleh tersangka dan terus dikuras,” bebernya.

“Bukan hanya itu, emas-emas dan perhiasan yang kurang lebih nilainya juga dikisaran 1 kilogram, ternyata juga sudah tidak ada di kamarnya,” imbuh Kombespol Luthfie.

Dalam upaya menjalankan aksinya, Lisa juga memanfaatkan kedekatan hubungan dengan keluarga korban untuk mengelabui kecurigaan.

Pelaku yang berdomisili di sebuah apartemen di Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, serta berasal dari Jakarta Utara, disebut mampu memberikan berbagai alasan yang meyakinkan keluarga korban.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved