Senin, 18 Mei 2026

Profil dan Profesi Mentereng Andre Kuncoro, Ayah Josepha Alexandra Berani Protes Juri LCC MPR RI

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra seorang profesional yang memiliki rekam jejak panjang di bidang pemberdayaan masyarakat.

Tayang:
Penulis: Rusaidah | Editor: Rusaidah
TribunPontianak.co.id/Anggita Putri/Instagram
PROFIL -- Karakter vokal Josepha Alexandra atau Ocha, siswi SMAN 1 Pontianak mengalir dari sang ayah, Andre Kuncoro, yang menjabat sebagai Staf Ahli Pertanian Lembaga Gemawan.  

Namun, dewan juri justru memberikan pengurangan nilai minus lima kepada Regu C.
Tak lama kemudian, pertanyaan yang sama diberikan kepada Regu B dari SMAN 1 Sambas. 

Menariknya, jawaban yang disampaikan dinilai sama dengan jawaban Regu C, tetapi justru diberi poin 10 oleh dewan juri dengan alasan inti jawaban sudah benar.

Keputusan itu langsung diprotes peserta dari SMAN 1 Pontianak karena merasa telah menyampaikan jawaban identik.

“Izin, kami tadi menjawabnya sama seperti Regu B,” ujar peserta Regu C dalam tayangan yang kemudian viral di media sosial.

Dewan juri yang merupakan Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI, Dyastasita WB, menjelaskan pihaknya tidak mendengar penyebutan unsur DPD dalam jawaban Regu C.

Baca juga: Bukan Sosok Sembarangan, Rekam Jejak Mentereng Kevin Gusnadi Lulusan UI Dekat dengan Ayu Ting Ting

Namun peserta membantah penjelasan tersebut dan meminta audiens menjadi saksi bahwa mereka telah menyebutkan unsur DPD dalam jawaban.

“Apakah ada yang mendengar saya mengatakan DPD?” kata peserta Regu C di hadapan penonton.

Situasi sempat memanas hingga pembawa acara meminta seluruh peserta menghormati keputusan dewan juri.

Dewan juri lainnya, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Indri Wahyuni, mengatakan peserta perlu memperhatikan artikulasi saat menjawab pertanyaan.

“Artikulasi itu penting. Kalau dewan juri tidak mendengar dengan jelas, maka dewan juri berhak memberikan nilai minus lima,” ujar Indri.

Insiden tersebut kemudian memicu gelombang kritik publik di media sosial. Banyak warganet menilai keputusan juri tidak konsisten karena jawaban yang dinilai sama justru mendapatkan hasil penilaian berbeda.

(TribunPontianak.co.id/Tribunnews.com/TribunStyle.com/TribunSumsel.com/Bangkapos.com)

 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved