Senin, 8 Juni 2026

Inggris dan Enam Negara Teluk Sepakat Perkuat Ekonomi di Tengah Ketegangan Global

Inggris mencapai kesepakatan perdagangan baru dengan enam negara GCC bernilai sekitar US$ 5 miliar per tahun, termasuk penghapusan tarif perdaganGAN

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Istimewa/Kolase Bangkapos.com
Setelah Perancis akan mengakui Negara Palestina, kini disusul Inggris dan Kanada yang akan melakukan hal serupa. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Inggris mengumumkan kesepakatan perdagangan dengan enam negara anggota GCC yang diperkirakan bernilai US$ 5 miliar per tahun. 
  • Perjanjian ini mencakup penghapusan tarif, perluasan sektor jasa, hingga investasi.

 

BANGKAPOS.COM--Inggris Capai Kesepakatan Dagang dengan Negara Teluk, Nilainya Diproyeksi Tembus US$ 5 Miliar per Tahun

Pemerintah Inggris mengumumkan tercapainya kesepakatan perdagangan baru dengan Gulf Cooperation Council yang diperkirakan bernilai sekitar US$ 5 miliar per tahun dalam jangka panjang.

Langkah ini dinilai menjadi upaya memperkuat hubungan ekonomi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Kesepakatan yang diumumkan pada Rabu (20/5) itu melibatkan enam negara anggota GCC, yaitu Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Saudi Arabia, serta United Arab Emirates.

Pengumuman tersebut datang di tengah situasi kawasan yang masih dibayangi ketegangan.

Meningkatnya eskalasi geopolitik di Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir telah memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas perdagangan global, terutama rantai pasok energi dan pangan.

Menteri Perdagangan Inggris menyatakan perjanjian tersebut diharapkan memberi kepastian baru bagi pelaku usaha yang selama ini menghadapi tekanan akibat kondisi ekonomi global yang belum stabil.

Menurut pemerintah Inggris, nilai ekonomi dari kerja sama tersebut diperkirakan mencapai sekitar 3,7 miliar poundsterling atau hampir US$ 5 miliar setiap tahun dalam jangka panjang.

Angka itu jauh lebih tinggi dibanding proyeksi awal yang sebelumnya diperkirakan sekitar 1,6 miliar poundsterling.

Penghapusan Tarif Jadi Motor Utama

Peningkatan proyeksi nilai ekonomi itu disebut didorong oleh kebijakan liberalisasi perdagangan yang lebih luas serta pembukaan akses lebih besar di sektor jasa.

Dalam kesepakatan tersebut, sekitar 93 persen tarif GCC terhadap produk asal Inggris akan dihapuskan.

Pemerintah Inggris memperkirakan penghapusan itu dapat menghilangkan beban tarif hingga ratusan juta poundsterling dalam satu dekade implementasi.

Sebagian besar penghapusan tarif juga diperkirakan langsung berlaku saat perjanjian mulai dijalankan.

Sejumlah sektor diprediksi menjadi penerima manfaat terbesar, di antaranya:

  • Industri otomotif
  • Sektor dirgantara
  • Produk elektronik
  • Industri makanan dan minuman
  • Produk pertanian dan olahan makanan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved