Inggris dan Enam Negara Teluk Sepakat Perkuat Ekonomi di Tengah Ketegangan Global
Inggris mencapai kesepakatan perdagangan baru dengan enam negara GCC bernilai sekitar US$ 5 miliar per tahun, termasuk penghapusan tarif perdaganGAN
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Inggris mengumumkan kesepakatan perdagangan dengan enam negara anggota GCC yang diperkirakan bernilai US$ 5 miliar per tahun.
- Perjanjian ini mencakup penghapusan tarif, perluasan sektor jasa, hingga investasi.
BANGKAPOS.COM--Inggris Capai Kesepakatan Dagang dengan Negara Teluk, Nilainya Diproyeksi Tembus US$ 5 Miliar per Tahun
Pemerintah Inggris mengumumkan tercapainya kesepakatan perdagangan baru dengan Gulf Cooperation Council yang diperkirakan bernilai sekitar US$ 5 miliar per tahun dalam jangka panjang.
Langkah ini dinilai menjadi upaya memperkuat hubungan ekonomi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Kesepakatan yang diumumkan pada Rabu (20/5) itu melibatkan enam negara anggota GCC, yaitu Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Saudi Arabia, serta United Arab Emirates.
Pengumuman tersebut datang di tengah situasi kawasan yang masih dibayangi ketegangan.
Meningkatnya eskalasi geopolitik di Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir telah memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas perdagangan global, terutama rantai pasok energi dan pangan.
Menteri Perdagangan Inggris menyatakan perjanjian tersebut diharapkan memberi kepastian baru bagi pelaku usaha yang selama ini menghadapi tekanan akibat kondisi ekonomi global yang belum stabil.
Menurut pemerintah Inggris, nilai ekonomi dari kerja sama tersebut diperkirakan mencapai sekitar 3,7 miliar poundsterling atau hampir US$ 5 miliar setiap tahun dalam jangka panjang.
Angka itu jauh lebih tinggi dibanding proyeksi awal yang sebelumnya diperkirakan sekitar 1,6 miliar poundsterling.
Penghapusan Tarif Jadi Motor Utama
Peningkatan proyeksi nilai ekonomi itu disebut didorong oleh kebijakan liberalisasi perdagangan yang lebih luas serta pembukaan akses lebih besar di sektor jasa.
Dalam kesepakatan tersebut, sekitar 93 persen tarif GCC terhadap produk asal Inggris akan dihapuskan.
Pemerintah Inggris memperkirakan penghapusan itu dapat menghilangkan beban tarif hingga ratusan juta poundsterling dalam satu dekade implementasi.
Sebagian besar penghapusan tarif juga diperkirakan langsung berlaku saat perjanjian mulai dijalankan.
Sejumlah sektor diprediksi menjadi penerima manfaat terbesar, di antaranya:
- Industri otomotif
- Sektor dirgantara
- Produk elektronik
- Industri makanan dan minuman
- Produk pertanian dan olahan makanan
| Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 11 Halaman 148 149 150 Kurikulum Merdeka |
|
|---|
| Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 11 SMA Halaman 144 145 146 147 Kurikulum Merdeka |
|
|---|
| Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 10 SMA Halaman 137 138 139 140 Kurikulum Merdeka: Chapter 6 |
|
|---|
| Video : Menkeu Purbaya Bantah Kritik The Economist, Sebut Fiskal Indonesia Masih Aman |
|
|---|
| Jawaban Bahasa Inggris Tingkat Lanjut Kelas 11 Halaman 128 - 130 Kurikulum Merdeka: Fact or Opinion |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250807-Setelah-Perancis-akan-mengakui-Negara-Palestina-kini-disusul-Inggris-dan-Kanada.jpg)