Sosok Ocoy, Nama Misterius di Balik Kode Aliran Dana Kasus Suap Bea Cukai
Profil lengkap Orlando Hamonangan Sianipar alias Ocoy usai mengungkap dugaan aliran dana kasus suap pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Ringkasan Berita:
- Nama Orlando Hamonangan Sianipar alias Ocoy mendadak menjadi perhatian publik setelah kesaksiannya di sidang kasus suap DJBC mengungkap dugaan aliran dana dan kode penerima di lingkungan Bea Cukai.
- Berikut profil lengkap dan perannya dalam kasus tersebut.
BANGKAPOS.COM--Nama Orlando Hamonangan Sianipar atau yang akrab disebut Ocoy mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah keterangannya dalam persidangan kasus dugaan suap pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengungkap sejumlah fakta baru yang mengejutkan.
Kesaksian Ocoy di ruang sidang menjadi sorotan karena dianggap membuka tabir dugaan aliran dana dalam perkara yang melibatkan perusahaan kargo PT Blueray Cargo.
Dalam persidangan tersebut, Ocoy membeberkan sejumlah informasi terkait pola komunikasi, penerimaan uang, hingga kode-kode yang diduga digunakan untuk mengidentifikasi pejabat penerima.
Munculnya nama Ocoy di persidangan membuat publik mulai mempertanyakan siapa sebenarnya sosok pria yang selama ini berada di balik sistem pengawasan kepabeanan nasional.
Menjabat Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan
Orlando Hamonangan Sianipar diketahui menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I pada Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC.
Posisi tersebut bukan jabatan biasa. Sebagai bagian dari Direktorat Penindakan dan Penyidikan, tugas yang diemban berkaitan erat dengan aktivitas intelijen, pengawasan arus barang, identifikasi pelanggaran kepabeanan, hingga pengumpulan informasi terkait potensi tindak pidana di sektor impor maupun ekspor.
Jabatan intelijen dalam institusi Bea dan Cukai memiliki fungsi strategis karena menjadi salah satu garda awal pengawasan terhadap masuk dan keluarnya barang dari Indonesia.
Dalam tugas sehari-hari, bidang ini juga berperan mengidentifikasi penyelundupan, pelanggaran administrasi, hingga praktik yang berpotensi merugikan negara.
Namun, posisi yang semestinya berada di garis depan pengawasan tersebut kini justru terseret ke pusaran perkara dugaan suap besar.
Sosok yang Disebut Memahami Kode Aliran Dana
Nama Ocoy kembali mencuat saat Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya kode-kode tertentu dalam amplop yang diduga dipakai untuk mendistribusikan uang kepada pejabat.
Dalam sidang, jaksa menyebut Ocoy memahami penggunaan kode tersebut.
Beberapa kode yang terungkap antara lain:
- Kode angka 1 disebut mengarah kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama
- Kode angka 2 ditujukan kepada mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC, Rizal Fadillah
- Kode angka 3 merujuk kepada mantan Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan, Sisprian Subiaksono
Sementara Orlando Hamonangan Sianipar disebut menggunakan kode "OC"
Kesaksian tersebut menjadi salah satu poin penting dalam persidangan karena dianggap membantu penyidik menelusuri dugaan aliran dana.
| Profil Gatot Sugeng Wibowo Pejabat Bea Cukai Disorot Ekspresinya Saat Serahkan Alat Belajar SLB |
|
|---|
| Hidup Glamor, Kerap Pamer Kemewahan, Kini Rekening Pejabat Bea Cukai Andhi Pramono Diblokir PPATK |
|
|---|
| Nasib Andhi Pramono, Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka Dugaan Gratifikasi Hingga Dicopot dari Jabatan |
|
|---|
| WOW! Atasya Yasmine Anak Pejabat Bea Cukai Suka Flexing adalah Mahasiswi UI yang Berpotensi Cumlaude |
|
|---|
| INILAH Atasya Yasmine, Anak Pejabat Bea Cukai yang Hobi Pamer Kekayaan : Mahasiswa UI Berotak Encer |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/SOSOK-OCOY-DI-KASUS-SUAP-DJBC.jpg)