Nasib Program Makan Bergizi Gratis Usai Petinggi BGN Jadi Tersangka, Dibubarkan atau Evaluasi Total?
Politikus PDI Perjuangan mendesak agar lembaga yang mengurusi program MBG tersebut segera dibubarkan karena dinilai mengalami bobrok.
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama dua wakilnya memicu ketegangan politik baru.
Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, mendesak agar lembaga yang mengurusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut segera dibubarkan karena dinilai mengalami bobrok struktural.
Namun, usulan ekstrem ini langsung ditolak keras oleh Fraksi Golkar DPR RI yang memilih pasang badan demi menyelamatkan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Berikut ulasan lengkapnya
Terjeratnya petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) dalam kasus korupsi membuat citra lembaga tersebut tercoreng, sehingga adanya wacana pembubaran hingga evaluasi.
Di tengah proses hukum yang terus berjalan, muncul dua pandangan berbeda. Sebagian pihak menilai BGN perlu dibubarkan karena dianggap gagal menjaga integritas program, sementara pihak lain meminta pemerintah fokus melakukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan tata kelola.
Perdebatan ini muncul setelah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua mantan wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG.
Kasus tersebut menjadi sorotan nasional karena berkaitan langsung dengan program prioritas pemerintah yang menyasar jutaan anak Indonesia.
Guntur Romli Usulkan BGN Dibubarkan
Salah satu suara paling keras datang dari politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat (5/6/2026), ia mengusulkan agar pemerintah membubarkan Badan Gizi Nasional.
Menurut Guntur, kasus yang menjerat tiga mantan pimpinan BGN menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam lembaga tersebut. Ia menilai pergantian pimpinan saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.
Juru Bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Guntur Romli saat diwawancarai khusus oleh Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di studio Tribun Network, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (14/01/2025). TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA (Tribunnews.com)
Dalam pandangannya, dugaan korupsi yang terungkap bukan sekadar kesalahan individu, melainkan mencerminkan persoalan yang bersifat struktural dan sistemik.
Guntur juga menyinggung besarnya dugaan kerugian yang muncul dalam perkara tersebut. Karena itu, ia meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas terhadap BGN.
"Tiga Pimpinan Korupsi. 10 Triliun Digarong? Harusnya BGN yang Dibentuk Jokowi itu Dibubarkan," tulis Guntur.
Pernyataan itu langsung memantik diskusi publik mengenai efektivitas dan masa depan lembaga yang selama ini menjadi motor utama pelaksanaan program MBG.
Prabowo Tetap Pertahankan Program MBG
Di tengah munculnya usulan pembubaran BGN, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis akan tetap dilanjutkan.
| LHKPN Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, Siapa Paling Kaya? |
|
|---|
| Siapa Tokoh Eksekutif & Legislatif yang Terlibat Korupsi MBG? Sony Sonjaya Bersiap Buka Mulut |
|
|---|
| Oknum Brimob Bekingi Kampung Narkoba, Ini Perannya |
|
|---|
| Update Harga Terkini TBS Kelapa Sawit di Bangka Belitung yang Sempat Anjlok Parah |
|
|---|
| Video: Kian Memanas! Rudal China Dituduh Tembak Jet Tempur AS di Iran, Tiongkok Membantah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Dadan-Hindayana-dan-dua-wakilnya-ditahan-Kejagung.jpg)