Konsumen Minta Prabowo Tahan Perbankan Naikkan Bunga KPR
Pemilik rumah khawatir cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) naik seiring kenaikan suku bunga acuan atau BRI Rate menjadi 5,50 persen.
Ringkasan Berita:
- Bank Indonesia (BI) menaikkan BI-Rate atau suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen pada Selasa (9/6/2026).
- Pemilik rumah khawatir cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) naik.
- Konsumen berharap Presiden Prabowo menginstruksikan bank-bank BUMN untuk tidak menaikkan suku bunga KPR.
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Masyarakat yang tengah mencicil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berharap Presiden Prabowo Subianto menahan perbankan nasional tidak menaikkan suku bunga KPR menyusul kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,50 persen.
Kekhawatiran tersebut muncul di tengah meningkatnya beban hidup masyarakat setelah harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya Pertamax RON 91 mengalami kenaikan jadi Rp16.250 per liter.
Kondisi ini dikhawatirkan semakin menekan daya beli masyarakat yang saat ini juga menghadapi kenaikan berbagai kebutuhan pokok dan biaya pendidikan.
Salah satu nasabah KPR di Bank Tabungan Negara (BTN), Gito, berharap Presiden Prabowo dapat menginstruksikan bank-bank BUMN untuk tidak menaikkan suku bunga KPR.
Menurutnya, tambahan beban cicilan rumah akan semakin memberatkan kondisi keuangan keluarga.
"Saya berharap Presiden Prabowo bisa meminta bank-bank BUMN agar tidak menaikkan bunga KPR. Pertamax sudah naik, nanti kalau KPR bunganya naik, berat banget ini pengeluaran," kata Gito, Rabu (10/6/2026).
Saat ini, Gito mengaku bunga KPR yang dibayarkannya telah memasuki periode floating dengan besaran sekitar 14 persen.
Dengan tingkat bunga tersebut, dirinya khawatir kenaikan suku bunga lanjutan akan membuat cicilan bulanan semakin membengkak dan berpotensi mengganggu kemampuan bayar nasabah.
Keluhan serupa disampaikan Sulis, nasabah KPR BNI.
Ia mengatakan saat ini bunga KPR yang dikenakan kepadanya berada di level floating sebesar 13,5 persen.
Menurutnya, ruang keuangan rumah tangga semakin sempit karena kenaikan berbagai kebutuhan hidup tidak diimbangi dengan peningkatan gaji yang tinggi.
"Kalau bunga KPR naik, pengeluaran bertambah berat banget. Kenaikan gaji juga enggak imbang sama kenaikan harga barang-barang semua sekarang. Ditambah harga Pertamax juga naik tinggi," ujar Sulis.
Oleh sebab itu, Gito maupun Sulis berharap pemerintah bersama perbankan dapat mencari solusi agar kenaikan BI Rate tidak langsung diteruskan ke bunga KPR.
Potensi Kredit Macet
Chief Economist BTN Myrdal Gunarto mengatakan kenaikan suku bunga acuan akan memberikan tekanan terhadap risiko kredit macet KPR.
| Prabowo Singgung Masa Lalu Jokowi saat Jawab Kritik Sering Ke Luar Negeri |
|
|---|
| Profil dan Sosok Mayjen TNI Edwin Adrian Diberi Prabowo Tongkat Komando Bambu 10 Ruas |
|
|---|
| Awal Mula Prabowo Curiga pada Dadan Hindayana |
|
|---|
| Reaksi Dadan Hindayana Usai Dicopot dari Posisi Kepala BGN |
|
|---|
| Kantor BGN Dihiasi Karangan Bunga Ucapan Terima Kasih Prabowo Telah Pecat Dadan Hindayana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20221024-Ilustrasi-Perumahan-Subsidi-di-Kota-Pangkalpinang.jpg)